Tampilan Standar

VOANews.com
News in 44 languages


 
Kremlin Didesak Pertimbangkan Akui Kemerdekaan Dua Republik Bagian Georgia

21/03/2008

Georgia
Parlemen Rusia mendesak Kremlin mempertimbangkan pengakuan kemerdekaan dua republik bagian Georgia yang memisahkan diri jika Georgia menjadi anggota NATO.

Resolusi yang dikeluarkan hari ini oleh Duma menyangkut wilayah-wilayah Abkhasia dan Ossetia Selatan, yang menurut Rusia sangat menentang keanggotaan dalam NATO.

Resolusi yang tidak mengikat itu mengatakan kedua wilayah tersebut memiliki klaim yang lebih kuat untuk diakui dibanding Kosovo, yang deklarasi kemerdekaannya ditentang oleh pemerintah Rusia.

Abkhasia dan Ossetia Selatan menyatakan kemerdekaan dari Georgia awal tahun 1990-an yang mencetuskan perang. Mereka telah menyerukan pengakuan internasional. Georgia telah menuduh pasukan penjaga perdamaian Rusia mendorong kaum separatis dan telah menyatakan tekad akan mengembalikan kedua wilayah itu kedalam kekuasaannya.

Departemen Pertahanan Amerika mengatakan Georgia mungkin tidak bisa menyertai NATO selama bertahun-tahun, sekalipun NATO menyetujui Rancangan Aksi Keanggotaan negara itu pada KTT NATO bulan depan di Bukares.

 

 

Berita Terkait
Rusia Tahan Dua Orang Tersangka Lakukan Mata-Mata Industri
Pentagon: Georgia, Ukraine May Not Join NATO for Years
10 NATO Countries Back Georgian, Ukrainian Aspirations for Alliance Entry
 
Berita Utama
Clinton Berhati-hati Soal Perundingan Damai dengan Taliban

Berita Lainnya
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US
Rumah Warga Amerika di Aceh di Tembaki
SBY Minta Polisi Hentikan Kasus KPK
Media : Microsoft Dekati Newscorp Tinggalkan Google
PM India Tiba di Amerika dalam Kunjungan Kenegaraan
Presiden Iran Kunjungi Brazil
Australia Selidiki Kerusuhan di Pusat Penahanan Imigrasi
Taylor Swift Menangkan 5 Penghargaan Musik Amerika
Tentara Pakistan Tewaskan Lebih Dari 30 Militan di Barat Laut
Korban Kecelakaan Kapal Ferry di Selat Malaka Capai 29 Orang
Korban Kecelakaan Tambang Batubara Tiongkok Capai 92 Orang
Iran Latihan Perang untuk Atasi Kemungkinan Serangan atas Fasilitas Nuklirnya