Teks Saja
Search

 
Medvedev: Rusia Hadapi Tantangan Masalah Hukum dan Pelayanan Sosial

26/03/2008

Dmitri Medvedev talks to reporters, 03 Mar 2008
Dmitri Medvedev
Presiden Rusia yang baru terpilih Dmitri Medvedev mengatakan tantangan utama yang dihadapi Rusia adalah menterjemahkan sukses ekonomi baru-baru ini kedalam program-program sosial dan ia mendesak warganegara Rusia agar menghormati penegakan hukum.

Dalam wawancara dengan harian Financial Times dari Inggris, Medvedev mengatakan Rusia harus memperlambat arus inflasi, yang katanya disebabkan oleh masalah ekonomi global. 

Ia mengatakan Rusia harus melakukan investasi lebih banyak dalam program-program sosial, termasuk perumahan, pelayanan kesehatan dan pendidikan. Ia juga menyerukan pengakhiran korupsi.

Dalam bidang luar negeri, Medvedev mendesak NATO agar tidak menerima keanggotaan Ukraina dan Georgia, katanya langkah seperti itu akan memperlemah keamanan Eropa. 

Ia mengatakan Moskow bersedia mempertimbangkan rencana Amerika membangun sebuah perisai pertahanan misil di Eropa Tengah, tetapi memperingatkan versi yang hendak dikembangkan Amerika itu akan merugikan keseimbangan dari pasukan dan fasilitas militer di wilayah itu.

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak

  Berita Terkait
Kremlin Didesak Pertimbangkan Akui Kemerdekaan Dua Republik Bagian Georgia
Rusia Tahan Dua Orang Tersangka Lakukan Mata-Mata Industri
Medvedev Calls for Rule of Law in Russia
Russia Responds to Serbian Request for Humanitarian Aid in Kosovo
Russia Drafts Law Limiting Foreign Investment
 
  Berita Utama
Iran Siap Balas Jika Diserang

  Berita Lainnya
Bom Tewaskan 3 Orang di Turki
Zelaya Tiba di El Salvador
Pangkalan NATO di Afghanistan Diserang
129 Tewas Dalam Kekerasan di Xinjiang
Obama Inginkan Kerangka Persetujuan Pembatasan Persenjataan Baru di Moskow
Kekerasan Terjadi di Bandara Tegucigalpa Sementara Zelaya Menuju Honduras
Ban Ki Moon Prihatin Korea Utara Isolasikan Diri
Joe Biden: Israel Punya Hak Bertindak Terhadap Iran Tanpa Persetujuan AS
PM Maliki Berusaha Selenggarakan Pemilu di Kirkuk Sebelum Januari
Ulama-Ulama Pro-Reformasi Iran Protes Hasil Pemilu