Teks Saja
Search

 
Polisi Australia Menggerebek Komplotan Perdagangan Pelacur

07/03/2008

Kepolisian Australia mengatakan mereka telah melakukan beberapa penggrebekan di Sydney yang membebaskan 10 orang perempuan Korea Selatan yang katanya dipaksa menjadi budak pelacuran.

Polisi dan pejabat imigrasi mengatakan penggrebekan hari Kamis mematahkan komplotan perdagangan pelacur jutaan dolar. Dua orang priya dan 3 orang perempuan akan menghadapi tuduhan, antara lain, perdagangan manusia dan dengan menipu mempekerjakan orang sebagai pelacur yang dapat dikenakan hukuman penjara sampai 25 tahun. Orang yang dituduh pemimpin komplotan itu adalah perempuan Australia berusia 46 tahun.

Pihak berwajib Australia mengatakan perempuan Korea itu ditipu mengenai pekerjaan mereka dan didatangkan ke Australia dengan berbohong.  Seorang pejabat imigrasi mengatakan perempuan itu tadinya setuju datang ke Australia untuk bekerja sebagai pekerja sex dengan persyaratan kerja yang lebih baik.  Polisi mengatakan perempuan itu dipaksa bekerja sebagai pelacur di rumah bordil Sydney sampai 20 jam sehari.

Pelacuran tidak melanggar hukum di Australia.

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak

  Berita Utama
Israel dan Turki Tingkatkan Hubungan

  Berita Lainnya
Presiden Iran di Venezuela
Obama: Kemitraan AS-India  Besar dan Meningkat
AS Dukung Pemilihan Presiden di Honduras
Pesawat Antariksa “Atlantis”  Berangkat ke Bumi
Obama Bersiap-Siap untuk Jamuan Makan Malam Kenegaraan yang Pertama
Pelosi Sampaikan Terimakasih kepada India karena Terima Dalai Lama
Pemimpin Iran Berkunjung ke Bolivia
Rusia: Perundingan Nuklir Satu-Satunya Pilihan Korea Utara
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Tunda Pemilu Nasional
Obama Puji Hubungan AS-India Dan Akan Berkunjung Ke India Tahun Depan
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Tunda Pemilu Nasional
Tiongkok Eksekusi Dua Orang dalam Skandal Susu yang Tercemar
Thailand Berlakukan UU Keamanan Keras Jelang Demonstrasi