Tampilan Standar

VOANews.com
News in 44 languages


 
Polisi Australia Menggerebek Komplotan Perdagangan Pelacur

07/03/2008

Kepolisian Australia mengatakan mereka telah melakukan beberapa penggrebekan di Sydney yang membebaskan 10 orang perempuan Korea Selatan yang katanya dipaksa menjadi budak pelacuran.

Polisi dan pejabat imigrasi mengatakan penggrebekan hari Kamis mematahkan komplotan perdagangan pelacur jutaan dolar. Dua orang priya dan 3 orang perempuan akan menghadapi tuduhan, antara lain, perdagangan manusia dan dengan menipu mempekerjakan orang sebagai pelacur yang dapat dikenakan hukuman penjara sampai 25 tahun. Orang yang dituduh pemimpin komplotan itu adalah perempuan Australia berusia 46 tahun.

Pihak berwajib Australia mengatakan perempuan Korea itu ditipu mengenai pekerjaan mereka dan didatangkan ke Australia dengan berbohong.  Seorang pejabat imigrasi mengatakan perempuan itu tadinya setuju datang ke Australia untuk bekerja sebagai pekerja sex dengan persyaratan kerja yang lebih baik.  Polisi mengatakan perempuan itu dipaksa bekerja sebagai pelacur di rumah bordil Sydney sampai 20 jam sehari.

Pelacuran tidak melanggar hukum di Australia.

Berita Utama
Clinton Berhati-hati Soal Perundingan Damai dengan Taliban

Berita Lainnya
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US
Rumah Warga Amerika di Aceh di Tembaki
SBY Minta Polisi Hentikan Kasus KPK
Media : Microsoft Dekati Newscorp Tinggalkan Google
PM India Tiba di Amerika dalam Kunjungan Kenegaraan
Presiden Iran Kunjungi Brazil
Australia Selidiki Kerusuhan di Pusat Penahanan Imigrasi
Taylor Swift Menangkan 5 Penghargaan Musik Amerika
Tentara Pakistan Tewaskan Lebih Dari 30 Militan di Barat Laut
Korban Kecelakaan Kapal Ferry di Selat Malaka Capai 29 Orang
Korban Kecelakaan Tambang Batubara Tiongkok Capai 92 Orang
Iran Latihan Perang untuk Atasi Kemungkinan Serangan atas Fasilitas Nuklirnya