Teks Saja
Search

 
Oposisi Zimbabwe Bantah Desak Mugabe Lepaskan Kekuasaan

01/04/2008

President Robert Mugabe talks to reporters after voting, 29 Mar 2008
Presiden Robert Mugabe
Ketua partai oposisi terbesar di Zimbabwe membantah laporan-laporan bahwa partainya kini dalam pembicaraan dengan para penasihat untuk Presiden Robert Mugabe mengenai presiden itu supaya menyerahkan kekuasaannya. 

Ketua Gerakan bagi Perubahan Demokratis memberitahu jumpa pers di Harare hari Selasa bahwa sama sekali tidak ada diskusi antara partainya dan penasihat-penasihat Mugabe.

Ia juga mengatakan partainya tidak akan mengadakan kesepakatan apapun sebelum hasil pemilu sepenuhnya diumumkan.

Kantor berita Associated Press atau AP dan THE NEW YORK TIMES, memberitakan hari ini bahwa pembicaraan sedang berlangsung. Dikatakan, perundingan dimulai setelah penasehat-penasehat tinggi Mugabe menyimpulkan ia tidak bisa menyatakan kemenangan yang kredibel dalam pemilihan presiden negara itu.

Komisi pemilu Zimbabwe belum mengumumkan hasil pemilihan presiden hari Sabtu. Tetapi koalisi berbagai organisasi masyarakat madani Zimbabwe yang memantau pemilu itu mengatakan, perhitungannya menunjukkan Tsvangirai unggul 8 persen dari Mugabe.


 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak

  Berita Terkait
Kelompok Oposisi Zimbabwe Klaim Menangkan Pemilu
Pending Ballot Count, Zimbabwe's Tsvangirai Eyes 'Challenge of Governing'
Post-Election Uncertainties Exacerbate Food Shortages In Zimbabwe
 
  Berita Utama
Obama Bersiap-Siap untuk Jamuan Makan Malam Kenegaraan yang Pertama

  Berita Lainnya
Pelosi Sampaikan Terimakasih kepada India karena Terima Dalai Lama
Pemimpin Iran Berkunjung ke Bolivia
Rusia: Perundingan Nuklir Satu-Satunya Pilihan Korea Utara
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Tunda Pemilu Nasional
Obama Puji Hubungan AS-India Dan Akan Berkunjung Ke India Tahun Depan
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Tunda Pemilu Nasional
Polisi Inggris Bersedia Bayar Ganti Rugi untuk Penembakan Seorang Pria Brazil
Filipina Nyatakan Keadaan Darurat Setelah Terjadinya Pembantaian Bermotif Politik
Tiongkok Eksekusi Dua Orang dalam Skandal Susu yang Tercemar
Thailand Berlakukan UU Keamanan Keras Jelang Demonstrasi
Iran Tidak Menentang Pengiriman Uranium ke Luar Iran
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US