Tampilan Standar

VOANews.com
News in 44 languages


 
Oposisi Zimbabwe Bantah Desak Mugabe Lepaskan Kekuasaan

01/04/2008

Presiden Robert Mugabe
Ketua partai oposisi terbesar di Zimbabwe membantah laporan-laporan bahwa partainya kini dalam pembicaraan dengan para penasihat untuk Presiden Robert Mugabe mengenai presiden itu supaya menyerahkan kekuasaannya. 

Ketua Gerakan bagi Perubahan Demokratis memberitahu jumpa pers di Harare hari Selasa bahwa sama sekali tidak ada diskusi antara partainya dan penasihat-penasihat Mugabe.

Ia juga mengatakan partainya tidak akan mengadakan kesepakatan apapun sebelum hasil pemilu sepenuhnya diumumkan.

Kantor berita Associated Press atau AP dan THE NEW YORK TIMES, memberitakan hari ini bahwa pembicaraan sedang berlangsung. Dikatakan, perundingan dimulai setelah penasehat-penasehat tinggi Mugabe menyimpulkan ia tidak bisa menyatakan kemenangan yang kredibel dalam pemilihan presiden negara itu.

Komisi pemilu Zimbabwe belum mengumumkan hasil pemilihan presiden hari Sabtu. Tetapi koalisi berbagai organisasi masyarakat madani Zimbabwe yang memantau pemilu itu mengatakan, perhitungannya menunjukkan Tsvangirai unggul 8 persen dari Mugabe.


 

Berita Terkait
Kelompok Oposisi Zimbabwe Klaim Menangkan Pemilu
Pending Ballot Count, Zimbabwe's Tsvangirai Eyes 'Challenge of Governing'
Post-Election Uncertainties Exacerbate Food Shortages In Zimbabwe
 
Berita Utama
Israel dan Turki Tingkatkan Hubungan

Berita Lainnya
Presiden Iran di Venezuela
Obama: Kemitraan AS-India  Besar dan Meningkat
AS Dukung Pemilihan Presiden di Honduras
Pesawat Antariksa “Atlantis”  Berangkat ke Bumi
Obama Bersiap-Siap untuk Jamuan Makan Malam Kenegaraan yang Pertama
Pelosi Sampaikan Terimakasih kepada India karena Terima Dalai Lama
Pemimpin Iran Berkunjung ke Bolivia
Rusia: Perundingan Nuklir Satu-Satunya Pilihan Korea Utara
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Tunda Pemilu Nasional
Obama Puji Hubungan AS-India Dan Akan Berkunjung Ke India Tahun Depan
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Tunda Pemilu Nasional
Tiongkok Eksekusi Dua Orang dalam Skandal Susu yang Tercemar
Thailand Berlakukan UU Keamanan Keras Jelang Demonstrasi