Teks Saja
Search

Gencatan Senjata di Sadr City, Baghdad Bertahan

11/05/2008

Birds fly off after an IED explodes in the Shiite enclave of Sadr City in Baghdad, Iraq, 10 May 2008
Suasana di Sadr City
Sebuah kesepakatan untuk mengakhiri pertempuran di distrik Sadr City, Baghdad tampaknya bertahan.

 

Orang bersenjata telah meninggalkan jalan-jalan setelah pertempuran berlangsung berminggu-minggu antara militan Shiah dan pasukan pemerintah Irak didukung pasukan Amerika.

 

Pertempuran di Sadr City telah menewaskan ratusan orang sejak Maret lalu ketika Perdana Menteri Nouri al-Maliki memerintahkan penumpasan milisi Shiah.

 

Faksi politik Shiah mencapai kesepakatan gencatan senjata Sabtu.

 

Militer Amerika mengatakan fihaknya akan memperkecil skala operasi guna melihat apakah orang bersenjata itu mematuhi genjatan senjata itu.

 

Jurubicara pemerintah Irak Ali al-Dabbagh mengatakan milisi harus meletakkan senjata dan menerima kenyataan bahwa hanya pemerintahlah yang bertanggung jawab atas keamanan.

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak

  Berita Terkait
Pasukan AS Tewaskan 4 Orang dekat KotaMosul, Irak Utara 
Milisi al-Sadr, Pemerintah Irak Capai Gencatan Senjata di Sadr City
Iraqi Official Says US Reconstruction Aid Still Needed
Ceasefire in Baghdad's Sadr City Mostly Holding
 
  Berita Utama
Clinton Berhati-hati Soal Perundingan Damai dengan Taliban

  Berita Lainnya
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US
Rumah Warga Amerika di Aceh di Tembaki
SBY Minta Polisi Hentikan Kasus KPK
Media : Microsoft Dekati Newscorp Tinggalkan Google
PM India Tiba di Amerika dalam Kunjungan Kenegaraan
Presiden Iran Kunjungi Brazil
Australia Selidiki Kerusuhan di Pusat Penahanan Imigrasi
Taylor Swift Menangkan 5 Penghargaan Musik Amerika
Tentara Pakistan Tewaskan Lebih Dari 30 Militan di Barat Laut
Korban Kecelakaan Kapal Ferry di Selat Malaka Capai 29 Orang
Korban Kecelakaan Tambang Batubara Tiongkok Capai 92 Orang
Iran Latihan Perang untuk Atasi Kemungkinan Serangan atas Fasilitas Nuklirnya