Teks Saja
Search

Arthur Brennan Tuduh Deplu AS Remehkan Korupsi Pemerintah Irak

13/05/2008

Dua orang mantan pejabat Amerika yang pernah bertugas di Irak menuduh Departemen Luar Negeri Amerika meremehkan korupsi pada tingkat paling tinggi pemerintah Irak.  Mantan pejabat Departemen Luar Negeri it
Tom Casey (file photo)
Tom Casey
u menyampaikan tuduhan mereka hari Senin kepada para Senator Amerika dari partai Demokrat.

Seorang dari mantan pejabat itu, Arthur Brennan, menuduh Departemen Luar Negeri Amerika tidak berbuat apa-apa untuk memberantas korupsi Irak, demi menghindarkan gangguan dalam hubungan dengan pemerintah Irak.  Mantan pejabat lainnya, James Mattil, menuduh pemerintahan Bush meremehkan korupsi Irak karena ketidak-trampilan, kelalaian atau tujuan politik.

Jurubicara Departemen Luar Negeri Amerika Tom Casey mengatakan kepada VOA tuduhan itu tidak benar.  Ia mengatakan Washington menanggapi masalah korupsi dengan sangat sungguh-sungguh dan telah bekerjasama dengan Irak dalam waktu yang lama untuk mengatasinya.

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak

  Berita Utama
Obama akan Serukan Pembebasan Suu Kyi di Forum KTT ASEAN

  Berita Lainnya
AS Tuduh Iran Langgar Embargo Senjata PBB
AS, PBB Serukan Kedua Korea Tahan Diri dalam Insiden Angkatan Laut
Bom Mobil Tewaskan 24 Orang di Pakistan Barat Laut
Obama akan Bicarakan Isu HAM dalam Kunjungan ke Tiongkok
Amerika akan Kirim Utusan ke Korea Utara
NATO dan Polisi Afghanistan Sita 250 Ton Bahan Pembuat Bom
Obama Beri Penghormatan bagi Korban Penembakan di Fort Hood
Mantan PM Thailand Thaksin Tiba di Kamboja
Maois Nepal Rintangi Jalan Raya Menuju Kathmandu
Angkatan Laut Korea Utara dan Selatan Tembak-Menembak
PM Israel Netanyahu Bertemu Presiden Obama di Washington
Kanselir Jerman: Gorbachev Pencetus Runtuhnya Tembok Berlin
Obama: Sulit Bagi Iran Putuskan Soal Nuklir
Jepang Janjikan 5 Milyar Dolar Bantuan Baru untuk Afghanistan
Utusan Perancis Bertemu dengan Menlu Korea Utara
Gempa Bumi Guncang Kepulauan Nicobar India
Menlu Clinton Desak Hamid Karzai Perangi Korupsi
Tiongkok Hukum Mati Sembilan Pelaku Kerusuhan di Xinjiang