Teks Saja
Search

Rice ke Brussel untuk Temui Para Pemimpin Uni Eropa Mengenai Georgia

18/08/2008

Secretary of State Condoleezza Rice returns to her motorcade after appearing on the Sunday morning television talk shows to discuss the crisis in Georgia, Sunday, 17 Aug. 2008, in Crawford, Texas
Secretary of State Condoleezza Rice
Menteri luar negeri Amerika Condoleezza Rice melawat ke Brussel hari Senin ini untuk berunding dengan para pemimpin Uni Eropa mengenai situasi di Georgia.

Departemen luar negeri Amerika menyatakan hari Minggu bahwa Menteri Rice akan bertemu dengan pejabat tinggi Uni Eropa Javier Solana, Komisaris untuk urusan luar negeri Benita Ferrero-Walder, dan Menteri Luar Negeri Prancis Bernard Kouchner.

Rice mengatakan kepada sebuah jaringan televisi Amerika hari Minggu bahwa aksi militer Rusia tidak dapat diterima. Menurutnya aksi itu telah merusak kesempatan Rusia berintegrasi ke dalam lembaga-lembaga Barat.

Departemen Luar Negeri Amerika menyatakan, setelah persinggahannya di Belgia, Rice akan menuju Warsawa, Polandia untuk menandatangani perjanjian untuk membangun lokasi rudal penangkal pertahanan balistik Amerika. Warsawa dan Washington telah merundingkan kesepakatan itu selama 18 bulan terakhir. Rusia menolak keras kesepakatan itu 

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak

  Berita Utama
Clinton Berhati-hati Soal Perundingan Damai dengan Taliban

  Berita Lainnya
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US
Rumah Warga Amerika di Aceh di Tembaki
SBY Minta Polisi Hentikan Kasus KPK
Media : Microsoft Dekati Newscorp Tinggalkan Google
PM India Tiba di Amerika dalam Kunjungan Kenegaraan
Presiden Iran Kunjungi Brazil
Australia Selidiki Kerusuhan di Pusat Penahanan Imigrasi
Taylor Swift Menangkan 5 Penghargaan Musik Amerika
Tentara Pakistan Tewaskan Lebih Dari 30 Militan di Barat Laut
Korban Kecelakaan Kapal Ferry di Selat Malaka Capai 29 Orang
Korban Kecelakaan Tambang Batubara Tiongkok Capai 92 Orang
Iran Latihan Perang untuk Atasi Kemungkinan Serangan atas Fasilitas Nuklirnya