Teks Saja
Search

Penyelidikan Koalisi Dapati Sedikit Korban Sipil dalam Serangan Udara di Herat

02/09/2008

A boy carries his belongings next to the rubble of his home which was destroyed in a US airstrike in the village of Azizabad in Shindand district of Herat province, Afghanistan, 23 Aug 2008
Lokasi serangan udara AS di Provinsi Herat, Afghanistan, 22 Aug 2008
Penyelidikan pasukan koalisi mendapati semakin sedikit rakyat sipil Afghanistan yang tewas dalam serangan udara

Koalisi pimpinan Amerika di Afghanistan mengatakan penyelidikan atas tuduhan bahwa serangan udara Amerika menewaskan puluhan rakyat Afghanistan mendapati paling banyak, hanya 7 orang sipil tewas.

Baik pemerintah Afghanistan dan PBB mengatakan 90 warga sipil kebanyakan anak-anak tewas tanggal 22 Agustus dalam serangan udara atas desa Azizabad di bagian barat provinsi Herat.

Hari Selasa, koalisi pimpinan Amerika mengeluarkan laporan yang mengatakan 30 sampai 35 militan Taliban dan 5 hingga 7 orang sipil tewas. Para pejabat koalisi mengatakan komandan Taliban yang dikenal luas, Mullah Sadiq termasuk diantara yang tewas.

Pasukan Koalisi mengatakan serangan udara dilakukan karena tentara pimpinan Amerika dan pasukan Afghanistan mendapat tembakan dari militan.

Koalisi pimpinan Amerika mengatakan mereka menentukan jumlah korban dengan mengawasi gerakan musuh selama operasi dan memeriksa lokasi setelahnya.

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak

  Berita Terkait
PBB akan Investigasi Serangan Udara AS di Afghanistan, 90 Warga Sipil Tewas
Jutaan Rakyat Afghanistan Hadapi Kekurangan Pangan Musim Dingin
Pasukan Koalisi Tewaskan 100 Militan Lebih di Afghanistan
 
  Berita Utama
Obama Bersiap-Siap untuk Jamuan Makan Malam Kenegaraan yang Pertama

  Berita Lainnya
Pelosi Sampaikan Terimakasih kepada India karena Terima Dalai Lama
Pemimpin Iran Berkunjung ke Bolivia
Rusia: Perundingan Nuklir Satu-Satunya Pilihan Korea Utara
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Tunda Pemilu Nasional
Obama Puji Hubungan AS-India Dan Akan Berkunjung Ke India Tahun Depan
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Tunda Pemilu Nasional
Polisi Inggris Bersedia Bayar Ganti Rugi untuk Penembakan Seorang Pria Brazil
Filipina Nyatakan Keadaan Darurat Setelah Terjadinya Pembantaian Bermotif Politik
Tiongkok Eksekusi Dua Orang dalam Skandal Susu yang Tercemar
Thailand Berlakukan UU Keamanan Keras Jelang Demonstrasi
Iran Tidak Menentang Pengiriman Uranium ke Luar Iran
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US