Tampilan Standar

VOANews.com
News in 44 languages


Karzai Janjikan Keadilan Kepada Warga Desa Sasaran Serangan Udara AS

05/09/2008

Hamid Karzai
Presiden Afghanistan Hamid Karzai telah berjanji “membawa keadilan” bagi warga desa yang dihantam serangan udara Amerika yang menurut para pejabat Afghanistan telah menewaskan lebih dari 90 warga sipil.

Para pejabat Afghanistan mengatakan Karzai bertemu dengan para tetua dan keluarga korban di desa Azizabad di provinsi Herat barat hari Kamis, yang menyatakan dia telah mencoba selama lima tahun mencegah insiden semacam itu.

Warga desa mengatakan informasi keliru tentang kehadiran Taliban diberikan kepada pasukan koalisi, yang segera diikuti serangan udara itu. Presiden Karzai telah berjanji untuk menghukum mereka yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Baik pemerintah Afghanistan maupun PBB mengatakan puluhan orang -- sebagian besar wanita dan anak-anak tewas tanggal 22 Agustus selama serangan udara terhadap desa itu.

Koalisi pimpinan Amerika hari Selasa mengeluarkan sebuah laporan baru yang menyatakan lima hingga tujuh warga sipil terbunuh bersama 30 hingga 35 militan Taliban.

 

 

Berita Terkait
Pakistan Kecam Serangan Tentara Asing ke Wilayahnya
Koalisi Seberangi Afghanistan untuk Serang Desa di Waziristan Selatan
Penyelidikan Koalisi Dapati Sedikit Korban Sipil dalam Serangan Udara di Herat
 
Berita Utama
Polisi Inggris Bersedia Bayar Ganti Rugi untuk Penembakan Seorang Pria Brazil

Berita Lainnya
Filipina Nyatakan Keadaan Darurat Setelah Terjadinya Pembantaian Bermotif Politik
Tiongkok Eksekusi Dua Orang dalam Skandal Susu yang Tercemar
Thailand Berlakukan UU Keamanan Keras Jelang Demonstrasi
Clinton Berhati-hati Soal Perundingan Damai dengan Taliban
Iran Tidak Menentang Pengiriman Uranium ke Luar Iran
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US
Rumah Warga Amerika di Aceh di Tembaki
SBY Minta Polisi Hentikan Kasus KPK
Media : Microsoft Dekati Newscorp Tinggalkan Google
PM India Tiba di Amerika dalam Kunjungan Kenegaraan
Presiden Iran Kunjungi Brazil
Australia Selidiki Kerusuhan di Pusat Penahanan Imigrasi