VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

 

Hari ini di VOA:

Berita dalam 45 Bahasa
Para Pemimpin Dunia Simpati dan Tawarkan Bantuan kepada India

29/11/2008

A fireman gestures outside Taj Mahal hotel in Mumbai, 29 Nov 2008
Para pemimpin dunia menyatakan simpati dan menawarkan  bantuan kepada India,
sementara jumlah korban jiwa meningkat di Mumbai dari tempat pengepungan teroris selama beberapa hari ini.

Lebih dari 140 orang telah tewas dalam serangan terkoordinasi yang terjadi Rabu malam, termasuk paling sedikit 16 orang asing.  Banyak dari sandera mengatakan orang-orang bersenjata itu  mencari orang-orang yang memegang paspor Amerika dan Eropa.

Di antara yang tewas adalah warga Jerman, Australia, Kanada, Jepang dan Perancis.

Para pejabat Amerika  sebegitu jauh telah mengukuhkan  tewasnya 5 orang warga Amerika, termasuk seorang ulama Yahudi kelahiran Israel, yang dibesarkan di New York, dan dibunuh oleh militan yang menyerang satu pusat Yahudi.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Jumat malam, Presiden Amerika George Bush menyatakan dukacita dan mengatakan Amerika Serikat akan terus bekerjasama  dengan India dan bekerjasama melawan kaum ektrimis ini yang tidak menawarkan apapun kecuali kekerasan dan keputus-asaan.

 


E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
  Berita Utama
Clinton Berhati-hati Soal Perundingan Damai dengan Taliban

  Berita Lainnya
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US
Rumah Warga Amerika di Aceh di Tembaki
SBY Minta Polisi Hentikan Kasus KPK
Media : Microsoft Dekati Newscorp Tinggalkan Google
PM India Tiba di Amerika dalam Kunjungan Kenegaraan
Presiden Iran Kunjungi Brazil
Australia Selidiki Kerusuhan di Pusat Penahanan Imigrasi
Taylor Swift Menangkan 5 Penghargaan Musik Amerika
Tentara Pakistan Tewaskan Lebih Dari 30 Militan di Barat Laut
Korban Kecelakaan Kapal Ferry di Selat Malaka Capai 29 Orang
Korban Kecelakaan Tambang Batubara Tiongkok Capai 92 Orang
Iran Latihan Perang untuk Atasi Kemungkinan Serangan atas Fasilitas Nuklirnya