VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

 

Hari ini di VOA:

Berita dalam 45 Bahasa
Bush Akui Menyesal atas Laporan Intelijen Keliru Soal Senjata Penghancur Masal Irak

02/12/2008

President George W. Bush
Presiden George W. Bush

Presiden Amerika George Bush mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa ia memulai jabatan sebagai Presiden tidak siap untuk berperang, dan penyesalannya yang terbesar adalah intelijen salah tentang senjata penghancur masal yang katanya dimiliki Irak.

Bush membuat komentarnya dalam wawancara dengan televisi ABC, serta menurut rencana akan disiarkan Senin malam. 

Presiden mengatakan ia mengharapkan intelijen tentang Irak berbeda, karena banyak orang mempertaruhkan reputasi mereka pada informasi yang salah itu. Tetapi Bush tidak bersedia berspekulasi, apakah ia tetap akan maju perang di Irak pada Maret 2003, seandainya ia tahu Saddam Hussein tidak memiliki senjata penghancur masal.

Ia juga mengatakan, menarik pasukan Amerika dari Irak sebelum waktunya yang tepat akan merugikan prinsip-prinsip yang dipegangnya.

Amerika menempatkan sekitar 146 ribu pasukan di Irak.

Lebih dari 4200 pasukan Amerika tewas di Irak sejak perang dimulai.

Secara terpisah presiden mengatakan, ia tidak mengantisipasi perang dan satu hal tentang kepresidenan modern, adalah bahwa yang tidak terduga akan terjadi.

Amerika juga sedang berperang di Afghanistan, dimana sekitar 34 ribu pasukan Amerika ditempatkan.

Menyinggung isu-isu lainnya, Bush mengungkapkan penyesalan bahwa krisis finansial global telah menyebabkan hilangnya banyak lapangan pekerjaan dan menyusutnya dana pensiun.

Ia mengatakan, dirinya mendukung intervensi pemerintah, kalau dibutuhkan, guna meringankan akibat dari resesi ini.

 

 


E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
  Berita Terkait
Bush Ucapkan Ikut Berdukacita dan Janjikan Dukungan kepada India
Para Pemimpin Dunia Simpati dan Tawarkan Bantuan kepada India
Ehud Olmert Yakin dapat Capai Persetujuan Perdamaian dengan Palestina
 
  Berita Utama
Tersangka Pelaku Pemboman Hotel di Jakarta tahun 2009 Mulai Diadili

  Berita Lainnya
5 Tahun Penjara Bagi Reformis Mantan Menteri di Iran
Menlu Israel: Pembicaraan Tak Langsung Israel-Palestina Segera
Wapres Nigeria Dipilih Sebagai Penjabat Presiden
Zimbabwe Dituduh Lakukan Pelanggaran HAM
Presiden Rajapaksa Bubarkan Parlemen Srilanka
Obama: Sanksi Baru terhadap Iran Bergerak Cepat
AS Desak Kamboja, Thailand Selesaikan Sengketa Perbatasan
Jenderal Rusia: Rencana Pertahanan Misil AS Targetkan Rusia
Iran Tingkatkan Pengayaan Uranium, Negara Barat Inginkan Sanksi
Perompak Somalia Bebaskan Kapal Kargo dengan 26 Awaknya
Obama Desak Kerjasama Bipartisan dalam Layanan Kesehatan dan Penciptaan Pekerjaan
Pemimpin Korut: Pyongyang Bertekad Wujutkan Korea Bebas Nuklir
Perancis Bela Keputusan Jual Kapal Perang Kepada Rusia
Pesawat Endeavor Diluncurkan Dari Florida Menuju Stasiun Antariksa
Presidan Venezuela Menyatakan “Keadaan Darurat Listrik”