Militer Thailand melakukan patroli di Thailand selatan
International Crisis Group (ICG) yang berbasis di Brussel
mengatakan, pemberontak separatis di Thailand selatan menggunakan
sekolah-sekolah Islam swasta untuk merekrut dan melatih pejuangnya.
Dalam laporan yang dikeluarkan hari Senin kelompok itu
mengatakan bahwa ditaksir 100 ribu pelajar sekolah yang disubsidi pemerintah
itu menjadi tempat yang berpotensi menyediakan calon anggota bagi pemberontak
yang berkekuatan dari 1800 sampai 3000 orang.
Seorang warga Thailand dan analis pada kelompok itu
menjelaskan, dalam mencari anggota baru perekrut menggunakan cara membangkitkan
rasa etnis dan nasionalisme Melayu serta kebanggaan akan sejarah bekas
kesultanan Muslim di sana. Dan anggota yang baru direkrut terdorong oleh
keinginan untuk memperoleh kembali tanah mereka dari yang mereka anggap sebagai
negara Budhis kafir dan bukan karena solidaritas dengan kelompok-kelompok
Muslim internasional.
Laporan itu mengatakan pemberontakan itu juga disulut oleh
pelanggaran hak asasi manusia dan kekebal an
pasukan keamanan Thailand dari tindakan hukum.
Direktur
regional ICG, Jim Della-Giacoma menyimpulkan bahwa kekerasan di kawasan
Thailand selatan tidak akan berakhir sebelum semua keluhan etnis Melayu di sana
ditanggulangi.