VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

 
Berita dalam 45 Bahasa
Penyebab Kematian Jackson Baru Bisa Diketahui Beberapa Minggu Lagi

27/06/2009

Michael Jackson waves as he arrives at the Santa Barbara County courthouse in Santa Maria, California (Jun 2005 file photo)
Michael Jackson (foto Juni 2005)
Kantor pemeriksaan kematian Los Angeles menyatakan, mungkin diperlukan waktu beberapa minggu untuk mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya bintang penyanyi pop Michael Jackson.

Jurubicara kantor itu Craig Harvey mengatakan kepada para wartawan Jumat malam, autopsi jenazah Jackson tidak menunjukkan trauma dari luar atau tindak kejahatan terhadapnya. Tetapi, dia mengatakan kantor itu sampai saat ini belum menetapkan sebab meninggalnya Jackson. Jumat malam, kantor tersebut menyerahkan jenazah Michael Jackson kepada keluarganya.

Pihak Kepolisian Los Angeles bermaksud memintai keterangan dokter pribadi Michael Jackson, Dr. Conrad Murray. Sebagai bagian itu, pihak berwajib juga menggeledah mobil dokter tersebut.

Sementara itu, keluarga Michael Jackson mungkin akan meminta dilakukan autopsi kedua terhadap jenazah penyanyi itu. Tokoh politik dan aktivis kawakan, Pendeta Jesse Jackson, yang bukan sanak keluarga penyanyi itu, mengatakan kepada jaringan televisi ABC bahwa hari Jumat ia berbicara dan memberikan nasehat kepada keluarga Jackson. 

Ia mengatakan, keluarga Jackson marah dan kecewa karena penyebab kematian Michael Jackson belum diketahui pasti.



E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
  Berita Terkait
Jenazah Michael Jackson Dikembalikan ke Keluarganya
Reaksi Atas Meninggalnya Michael Jackson
 
  Berita Utama
Obama Bersiap-Siap Untuk Jamuan Makan Malam Kenegaraan Yang Pertama

  Berita Lainnya
Pelosi Sampaikan Terimakasih Kepada India Karena Terima Dalai Lama
Pemimpin Iran Berkunjung ke Bolivia
Rusia: Perundingan Nuklir Satu-satunya Pilihan Korea Utara
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Menunda Pemilu Nasional
Obama Puji Hubungan AS-India Dan Akan Berkunjung Ke India Tahun Depan
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Tunda Pemilu Nasional
Polisi Inggris Bersedia Bayar Ganti Rugi untuk Penembakan Seorang Pria Brazil
Filipina Nyatakan Keadaan Darurat Setelah Terjadinya Pembantaian Bermotif Politik
Tiongkok Eksekusi Dua Orang dalam Skandal Susu yang Tercemar
Thailand Berlakukan UU Keamanan Keras Jelang Demonstrasi
Iran Tidak Menentang Pengiriman Uranium ke Luar Iran
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US