VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

 
Berita dalam 45 Bahasa
Obama Kirimkan Ucapan Bela Sungkawa bagi Keluarga Michael Jackson

29/06/2009

President Barack Obama delivers remarks on a new regulatory reform plan, 17 Jun 2009, at the White House
Presiden Barack Obama
Presiden Barack Obama telah mengirimkan pesan ucapan bela sungkawa kepada keluarga bintang pop Amerika Michael Jackson.

Berbicara Minggu di televisi NBC, David Axelrod, penasihat utama Gedung Putih, mengatakan menganggap Michael Jackson sebagai artis yang spektakuler, tetapi menjalani suatu kehidupan yang tidak menggembirakan.

Keluarga Jackson mengatakan mereka menginginkan otopsi kedua dan privat untuk mengetahui sebab-sebab dari kematiannya yang mendadak pada hari Kamis di rumahnya di Los Angeles.

Sementara itu, album Jackson yang paling populer, "Number Ones" kembali mencapai peringkat atas tangga lagu Inggris menyusul kematiannya.

Empat lainnya juga masuk kategori 20 peringkat atas.

 




Komentar:

1. salam

seorang legendaris, pada akhirnya akan menimbulkan misteri pada hidupnya... banyak sekali legandaris yang telah tiada, meninggalkan sejuta tanya di mana hanya dia( sang legendaris lah yang tahu ) dan Tuhan
Dikirim oleh: ayu (indonesia)
07-02-2009 - 03:41:08

E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
  Berita Utama
Clinton Berhati-hati Soal Perundingan Damai dengan Taliban

  Berita Lainnya
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US
Rumah Warga Amerika di Aceh di Tembaki
SBY Minta Polisi Hentikan Kasus KPK
Media : Microsoft Dekati Newscorp Tinggalkan Google
PM India Tiba di Amerika dalam Kunjungan Kenegaraan
Presiden Iran Kunjungi Brazil
Australia Selidiki Kerusuhan di Pusat Penahanan Imigrasi
Taylor Swift Menangkan 5 Penghargaan Musik Amerika
Tentara Pakistan Tewaskan Lebih Dari 30 Militan di Barat Laut
Korban Kecelakaan Kapal Ferry di Selat Malaka Capai 29 Orang
Korban Kecelakaan Tambang Batubara Tiongkok Capai 92 Orang
Iran Latihan Perang untuk Atasi Kemungkinan Serangan atas Fasilitas Nuklirnya