Ratusan orang Irak berteriak-teriak dan membakar bendera
Amerika di jalan-jalan di Baghdad memprotes kunjungan Wakil Presiden Amerika,
Joseph Biden.
Pengikut ulama Syiah anti Amerika Moqtada al-Sadr itu
bergerak melalui daerah kumuh Kota Sadr hari Jumat pada waktu Wakil Presiden
Biden meminta para pemimpin faksi politik di Irak menyelesaikan perselisihan
mereka.
Biden sedang melawat di Irak yang pertama oleh seorang
pejabat tinggi Amerika sejak pasukan Amerika ditarik dari kota besar dan kecil di
Irak. Ia mengatakan penarikan pasukan hanya sebagian dari proses itu. Para
pemimpin Irak, katanya, harus dapat mengatasi semua isu termasuk apa yang harus
diperbuat dengan hasil minyak dan pertikaian perbatasan.
Hari Jumat Biden bertemu dengan panglima pasukan Amerika
di Irak, Jenderal Ray Odierno dan dijadwalkan melakukan pembicaraan dengan
Perdana Menteri Nouri al-Maliki dan Presiden Jalal Talabani.
Joe Biden
Sementara, Wapres Joseph Biden mengatakan Irak
telah berjalan jauh namun masih akan menghadapi jalan yang sulit di masa depan
jika ingin mencari perdamaian dan keamanan yang abadi. Ia mengemukakan hal ini
selesai bertemu Perdana Menteri Nouri al-Maliki hari Jumat.
Biden mengatakan, Perdana Menteri Maliki benar ketika
mengatakan Irak mesti menggunakan proses politik untuk menyelesaikan
perselisihan yang masih ada. Dan Amerika, katanya, senantiasa siap membantu
dalam proses itu.
Tetapi seorang pejabat senior Amerika mengatakan Biden
juga mengingatkan Irak bahwa Amerika akan menjauhkan diri jika kekerasan
sektarian dan etnis meningkat di Irak.