VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

 
Berita dalam 45 Bahasa
Ledakan di Afghanistan Timur Tewaskan 2 Tentara Amerika

04/07/2009

U.S. Marine takes a position next to piles of dried poppy bulbs in the village of Noghara in the Nawa district in Afghanistan's Helmand province, 03 Jul 2009

Militer Amerika mengatakan ledakan di Afghanistan timur menewaskan dua tentara Amerika hari Sabtu di propinsi Paktika, propinsi yang sama dimana seorang tentara Amerika hilang hari Selasa.

Pihak berwenang mengatakan militer terus mencari tentara yang hilang itu sementara militer melakukan ofensif besar terhadap pemberontakan Taliban di Afghanistan selatan.

Militer Amerika yakin kaum militan bertanggung-jawab atas hilangnya tentara itu.

Di propinsi Helmand, Afghanistan selatan, kira-kira 4000 tentara Amerika sedang memimpin operasi untuk menghalau pemberontak Taliban dan mengamankan daerah itu menjelang pemilihan presiden bulan Agustus.

Para pejabat Amerika mengatakan mereka juga sedang berusaha merebut hati penduduk setempat dengan cara membantu membangun daerah-daerah terpencil di propinsi Helmand.*******



E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
  Berita Utama
Kanselir Jerman: Gorbachev Pencetus Runtuhnya Tembok Berlin

  Berita Lainnya
Obama: Sulit Bagi Iran Putuskan Soal Nuklir
Suu Kyi Ucapkan Terima Kasih kepada Junta Militer Birma
Menlu Clinton Desak Hamid Karzai Perangi Korupsi
Tiongkok Hukum Mati Sembilan Pelaku Kerusuhan di Xinjiang
Pelaku Penembakan di Fort Hood, Texas Sudah Siuman
Iran Tuduh Tiga Warga AS Lakukan Spionase
Gempa Tewaskan Dua Orang, Tanah Longsor Tewaskan Delapan Orang di Indonesia
Angin Ribut Ida Menuju Pantai Teluk Amerika
Pembom Bunuh Diri Tewaskan Tiga Orang di Pakistan Barat Laut
Jerman Rayakan Jatuhnya Tembok Berlin
Hillary Clinton: Mari Kita Robohkan Tembok Terorisme dan Penindasan Abad ke 21
Sidang Tahunan APEC Dibuka di Singapura
Omar al-Bashir Batal ke Istanbul karena Takut Ditangkap Atas Kejahatan Perang
Jenderal AS Prihatin Kasus Penembakan oleh Tentara Muslim di Texas
King Jong Il Larang Iklan Kapitalis di TV Korut