VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

 
Berita dalam 45 Bahasa
Honduras Keluar dari OAS

04/07/2009

Supporters of ousted President Manuel Zelaya march in front of the National Congress in Tegucigalpa, 01 Jul 2009

Pemerintah baru Honduras mengatakan pihaknya tidak lagi mengakui piagam Organisasi Negara-negara Benua Amerika, OAS, dan menarik keanggotaannya dari kelompok itu.

Honduras mengumumkan hal itu Jumat malam, sehari sebelum OAS melakukan pemungutan suara mengenai rencana menskors negara Amerika Tengah itu, setelah negara itu menolak untuk memenuhi tuntutan OAS agar mengembalikan Presiden Manuel Zelaya ke tampuk kekuasaan. OAS memutuskan untuk melakukan pertemuan darurat di Washington hari Sabtu.

Mahkamah Agung Honduras memberitahu ketua OAS Jose Miguel Insulza hari Jumat bahwa keputusannya untuk menggulingkan Zelaya tidak dapat dibatalkan, dan bahwa pemimpin kiri itu akan ditangkap kalau dia pulang.

Zelaya telah mengatakan dia akan berusaha kembali ke Honduras hari Minggu bersama Insulza serta Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner, Presiden Ekuador Rafael Correa dan lain-lain.*******



E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
  Berita Utama
Kanselir Jerman: Gorbachev Pencetus Runtuhnya Tembok Berlin

  Berita Lainnya
Obama: Sulit Bagi Iran Putuskan Soal Nuklir
Suu Kyi Ucapkan Terima Kasih kepada Junta Militer Birma
Menlu Clinton Desak Hamid Karzai Perangi Korupsi
Tiongkok Hukum Mati Sembilan Pelaku Kerusuhan di Xinjiang
Pelaku Penembakan di Fort Hood, Texas Sudah Siuman
Iran Tuduh Tiga Warga AS Lakukan Spionase
Gempa Tewaskan Dua Orang, Tanah Longsor Tewaskan Delapan Orang di Indonesia
Angin Ribut Ida Menuju Pantai Teluk Amerika
Pembom Bunuh Diri Tewaskan Tiga Orang di Pakistan Barat Laut
Jerman Rayakan Jatuhnya Tembok Berlin
Hillary Clinton: Mari Kita Robohkan Tembok Terorisme dan Penindasan Abad ke 21
Sidang Tahunan APEC Dibuka di Singapura
Omar al-Bashir Batal ke Istanbul karena Takut Ditangkap Atas Kejahatan Perang
Jenderal AS Prihatin Kasus Penembakan oleh Tentara Muslim di Texas
King Jong Il Larang Iklan Kapitalis di TV Korut