Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa, Ban Ki
Moon mengatakan, ia sangat kecewa bahwa pemimpin militer Birma menolak permintaannya
untuk bertemu dengan pemimpin demokrasi yang dipenjara, Aung San Suu Kyi di
Rangoon.
Berbicara di Thailand hari Sabtu, setelah menyelesaikan kunjungan
dua hari di Birma, Ban Ki Moon mengatakan, pihak penguasa Birma kehilangan kesempatan
sangat penting.
Ban Ki Moon bertemu dua kali dengan Penguasa Militer
Birma, Jenderal Than Shwe dalam lawatan itu.
Ia mengecam pimpinan militer Birma, dengan mengatakan, keadaan
hak asasi di Birma sangat mencekam. Ia juga mendesak pemerintah Birm agar membebaskan
semua tahanan politik.
Tetapi, Sekretaris Jenderal PBB tersebut mengatakan, dengan
ditolaknya permintaan untuk bertemu dengan Aung San Suu Kyi tidak berarti
kunjungan itu sia-sia, dan dikatakannya, ia yakin Pemerintan Birma akan mempertimbangkan
usulnya dengan serius.
Di London, Perdana Menteri Inggris Gordon Brown mengutuk sikap
keras kepala Pemerintah Birma dan hal itu memperbesar kemungkinan masyarakat
internasional mengenakan sanksi lebih lanjut terhadap rezim militer tersebut.