VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

 
Berita dalam 45 Bahasa
Sekjen PBB Marah kepada Para Pemimpin Birma

05/07/2009

U.N. Secretary-General Ban Ki-moon speaks to reporters before his departure from Rangoon, Burma, 04 Jul 2009
Ban Ki-moon di Rangoon,  4 Jul 2009
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa, Ban Ki Moon mengatakan, ia sangat kecewa bahwa pemimpin militer Birma menolak permintaannya untuk bertemu dengan pemimpin demokrasi yang dipenjara, Aung San Suu Kyi di Rangoon.

Berbicara di Thailand hari Sabtu, setelah menyelesaikan kunjungan dua hari di Birma, Ban Ki Moon mengatakan, pihak penguasa Birma kehilangan kesempatan sangat penting.

Ban Ki Moon bertemu dua kali dengan Penguasa Militer Birma, Jenderal Than Shwe dalam lawatan itu.

Ia mengecam pimpinan militer Birma, dengan mengatakan, keadaan hak asasi di Birma sangat mencekam. Ia juga mendesak pemerintah Birm agar membebaskan semua tahanan politik.

Tetapi, Sekretaris Jenderal PBB tersebut mengatakan, dengan ditolaknya permintaan untuk bertemu dengan Aung San Suu Kyi tidak berarti kunjungan itu sia-sia, dan dikatakannya, ia yakin Pemerintan Birma akan mempertimbangkan usulnya dengan serius.

Di London, Perdana Menteri Inggris Gordon Brown mengutuk sikap keras kepala Pemerintah Birma dan hal itu memperbesar kemungkinan masyarakat internasional mengenakan sanksi lebih lanjut terhadap rezim militer tersebut.



E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
  Berita Utama
Polisi Inggris Bersedia Bayar Ganti Rugi untuk Penembakan Seorang Pria Brazil

  Berita Lainnya
Filipina Nyatakan Keadaan Darurat Setelah Terjadinya Pembantaian Bermotif Politik
Tiongkok Eksekusi Dua Orang dalam Skandal Susu yang Tercemar
Thailand Berlakukan UU Keamanan Keras Jelang Demonstrasi
Clinton Berhati-hati Soal Perundingan Damai dengan Taliban
Iran Tidak Menentang Pengiriman Uranium ke Luar Iran
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US
Rumah Warga Amerika di Aceh di Tembaki
SBY Minta Polisi Hentikan Kasus KPK
Media : Microsoft Dekati Newscorp Tinggalkan Google
PM India Tiba di Amerika dalam Kunjungan Kenegaraan
Presiden Iran Kunjungi Brazil
Australia Selidiki Kerusuhan di Pusat Penahanan Imigrasi