Sekretaris Jendral PBB Ban Ki Moon mengatakan Korea
Utara telah menutup semua pintu komunikasi dan dialog lewat peluncuran misilnya
baru-baru ini. Ban mengungkapkan keprihatinan mendalam dengan
situasinya setelah Korea Utara menembakkan tujuh misil balistik ke Laut Jepang
pada hari Sabtu.
Ia mengatakan kepada reporter di Jenewa Minggu bahwa
peluncuran itu tidak membantu usaha untuk secara damai menyelesaikan
keprihatinan akan program senjata nuklir Pyongyang.
Sebelumnya, perwira militer Amerika tertinggi,
Laksamana Mike Mullen, mengatakan di televisi CBS, ia semakin prihatin dengan
apa yang disebutnya merupakan ketidak pastian perilaku dan pembangkangan Korea
Utara.
Tetapi Wakil Presiden Amerika Jode Biden sebaliknya
mengatakan peluncuran misil ini hampir-hampir bisa diramalkan, dan merupakan
perilaku untuk menarik perhatian.
Biden mengatakan, ia tidak mau memberi Korea Utara
perhatian seperti yang diinginkan negara komunis itu.