VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

 
Berita dalam 45 Bahasa
Ban Ki Moon Prihatin Korea Utara Isolasikan Diri

06/07/2009

U.N. Secretary-General Ban Ki-moon speaks to reporters before his departure from Rangoon, Burma, 04 Jul 2009
Ban Ki-moon
Sekretaris Jendral PBB Ban Ki Moon mengatakan Korea Utara telah menutup semua pintu komunikasi dan dialog lewat peluncuran misilnya baru-baru ini. Ban mengungkapkan keprihatinan mendalam dengan situasinya setelah Korea Utara menembakkan tujuh misil balistik ke Laut Jepang pada hari Sabtu.

Ia mengatakan kepada reporter di Jenewa Minggu bahwa peluncuran itu tidak membantu usaha untuk secara damai menyelesaikan keprihatinan akan program senjata nuklir Pyongyang.

Sebelumnya, perwira militer Amerika tertinggi, Laksamana Mike Mullen, mengatakan di televisi CBS, ia semakin prihatin dengan apa yang disebutnya merupakan ketidak pastian perilaku dan pembangkangan Korea Utara.

Tetapi Wakil Presiden Amerika Jode Biden sebaliknya mengatakan peluncuran misil ini hampir-hampir bisa diramalkan, dan merupakan perilaku untuk menarik perhatian.

Biden mengatakan, ia tidak mau memberi Korea Utara perhatian seperti yang diinginkan negara komunis itu.


 



E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
  Berita Utama
Obama Bersiap-Siap untuk Jamuan Makan Malam Kenegaraan yang Pertama

  Berita Lainnya
Pelosi Sampaikan Terimakasih kepada India karena Terima Dalai Lama
Pemimpin Iran Berkunjung ke Bolivia
Rusia: Perundingan Nuklir Satu-Satunya Pilihan Korea Utara
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Tunda Pemilu Nasional
Obama Puji Hubungan AS-India Dan Akan Berkunjung Ke India Tahun Depan
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Tunda Pemilu Nasional
Polisi Inggris Bersedia Bayar Ganti Rugi untuk Penembakan Seorang Pria Brazil
Filipina Nyatakan Keadaan Darurat Setelah Terjadinya Pembantaian Bermotif Politik
Tiongkok Eksekusi Dua Orang dalam Skandal Susu yang Tercemar
Thailand Berlakukan UU Keamanan Keras Jelang Demonstrasi
Iran Tidak Menentang Pengiriman Uranium ke Luar Iran
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US