Para
pejabat Tiongkok mengatakan, 129 orang tewas dalam kerusuhan di Xinjiang,
Tiongkok barat.
Kantor
berita resmi Xinhua melaporkan, kekerasan hair Minggu di Xinjiang membuat
sekurang-kurangnya 800 orang cedera.
Para
saksi mata mengatakan, seribu warga suku Uighur berdemo memrotes yang mereka sebut sebagai perlakuan tidak adil
oleh suku mayoritas Han. Sebagian besar warga Uighur adalah Muslim.
Hinhua
mengutip para pejabat Xinjiang mengatakan, kekerasan hari Minggu disebabkan
oleh orang-orang Uighur di pengasingan dan yang mereka sebut 'penghasut asing'.
Tiongkok
mengontrol ketat provinsi Xinjiang, dan menyebut sebagian warga Uighur
'separatis dengan kekerasan' yang ingin mendirikan negara merdeka yang disebut
'Turkistan Timur'. Menurut para aktivis Uighur, Tiongkok membesar-besarkan
ancaman untuk membenarkan kontrol budaya
dan agama terhadap warga Uighur.