VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

 
Berita dalam 45 Bahasa
Obama Inginkan Kerangka Persetujuan Pembatasan Persenjataan Baru di Moskow

06/07/2009

President Obama, Michelle Obama, and their daughters Sasha and Malia are escorted toward Air Force One at Andrews Air Force Base, 05 Jul 2009
Presiden Obama bertolak ke Rusia dari pangkalan AU Andrews, 05 Jul 2009
Presiden Amerika Barack Obama mengatakan ia berusaha memperoleh sebuah kerangka persetujuan pembatasan persenjataan baru dengan Rusia selama KTT dua hari di Moskow.

Obama dan Presiden Rusia Dmitri Medvedev telah menyerukan penyusunan persetujuan baru menggantikan Persetujuan Pembatasan Persenjataan Strategis tahun 1991, yang akan kadaluwarsa Desember mendatang.

Obama mengatakan kepada televisi Rusia, sasarannya adalah mengurangi senjata nuklir sedemikian rupa sehingga tidak merugikan baik Amerika maupun Rusia.

Ia mengatakan persetujuan baru itu harus mampu mengurangi ketegangan dan mengurangi biaya tinggi yang diperlukan untuk mengelola inventaris senjata nuklir yang besar, yagn katanya tidak dibutuhkan untuk pertahanan Amerika.

Medvedev mengatakan ia optimis akan tercapai kesepakatan persenjataan baru.  Tetapi katanya, Amerika harus melakukan kompromi bagi rencana sitem pertahanan misil untuk Eropa Tengah.

Presiden Obama dan Medvedev bertemu Senin di Kremlin.  Obama juga akan bertemu dengan Perdana Menteri Vladimir Putin di rumahnya, diluar kota Moskow hari Selasa.




E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
  Berita Utama
Polisi Inggris Bersedia Bayar Ganti Rugi untuk Penembakan Seorang Pria Brazil

  Berita Lainnya
Filipina Nyatakan Keadaan Darurat Setelah Terjadinya Pembantaian Bermotif Politik
Tiongkok Eksekusi Dua Orang dalam Skandal Susu yang Tercemar
Thailand Berlakukan UU Keamanan Keras Jelang Demonstrasi
Clinton Berhati-hati Soal Perundingan Damai dengan Taliban
Iran Tidak Menentang Pengiriman Uranium ke Luar Iran
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US
Rumah Warga Amerika di Aceh di Tembaki
SBY Minta Polisi Hentikan Kasus KPK
Media : Microsoft Dekati Newscorp Tinggalkan Google
PM India Tiba di Amerika dalam Kunjungan Kenegaraan
Presiden Iran Kunjungi Brazil
Australia Selidiki Kerusuhan di Pusat Penahanan Imigrasi