Para pemimpin Kelompok
Delapan atau G-8 yang mengadakan pertemuan di Italia mengatakan mereka mengecam
kekerasan maut purna pemilu di Iran dan mereka menyebut penangkapan wartawan
tidak dapat diterima.
Para pejabat Amerika
mengatakan para pemimpin G-8 mengeluarkan pernyataan yang kuat dan signifikan
mengenai Iran setelah berunding sambil makan Rabu malam. Para pejabat itu
mengatakan para pemimpin sudah kehilangan kesabaran atas penolakan Iran
memenuhi kewajiban internasional untuk menghentikan apa yang dicurigai sebagai
program senjata nuklir-nya.
Para pemimpin tidak mengancam
dengan sanksi baru hari Rabu. Presiden
Perancis Nicolas Sarkozy mengatakan ke-8 pemimpin sepakat memberi kesempatan bagi
perundingan dengan Iran sampai September, ketika satu lagi pertemuan puncak
utama diadakan.
Pernyataan G-8 itu juga
menuntut Iran agar membolehkan pekerja kedutaan asing bekerja tanpa hambatan
dan pernyataan tersebut mengutuk pengingkaran oleh Presiden Iran Mahmoud
Ahmadinejad mengenai terjadinya pembantaian Yahudi di Eropa pada masa Perang
Dunia Kedua.
Pernyataan G-8 tadi juga
mengutuk program senjata nuklir Korea Utara dan percobaan misilnya. Para pemimpin juga memberi dukungan pada
perang Pakistan melawan terorisme.