VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

 
Berita dalam 45 Bahasa
Gubernur Teheran akan Tindak Tegas Demonstran

09/07/2009

Eyewitness photo shows large crowd of protesters on Keshavarz Boulevard in Tehran, Iran, 09 Jul 2009
Demonstran melakukan unjuk rasa di Keshavarz Boulevard, Teheran 9 Jul 2009
Para saksi mata di Teheran mengatakan, ratusan orang demonstran mengabaikan peringatan pemerintah untuk tidak melakukan protes hari Kamis, memperingati pergolakan mahasiswa di kota itu.

Para saksi mata mengatakan, pasukan keamanan yang menggunakan gas air mata dan pentungan untuk membubarkan para demonstran, yang berusaha berdemo di dekat Universitas Teheran, tempat berlangsungnya pergolakan mahasiswa 10 tahun yang lalu.

Dikatakan, sekurang-kurangnya 700 demonstran berkumpul di dekat Universitas Teheran, ada yang meneriakkan kata-kata 'Matilah Diktator'.

Para pendukung tokoh oposisi Mir Hossein Mousavi menyerukan demonstrasi itu, untuk memperingati penumpasan demonstrasi mahasiswa di Teheran 10 tahun yang lalu.

Kantor berita resmi IRNA mengutip Gubernur Teheran Monteza Tamadon mengatakan, tidak ada izin demo yang dikeluarkan dan siapapun yang mengabaikan larangan berdemo akan ditindak tegas. Pengamanan di berbagai tempat di Teheran, termasuk Universitas Teheran, sangat ketat.



E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
  Berita Utama
Clinton Berhati-hati Soal Perundingan Damai dengan Taliban

  Berita Lainnya
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US
Rumah Warga Amerika di Aceh di Tembaki
SBY Minta Polisi Hentikan Kasus KPK
Media : Microsoft Dekati Newscorp Tinggalkan Google
PM India Tiba di Amerika dalam Kunjungan Kenegaraan
Presiden Iran Kunjungi Brazil
Australia Selidiki Kerusuhan di Pusat Penahanan Imigrasi
Taylor Swift Menangkan 5 Penghargaan Musik Amerika
Tentara Pakistan Tewaskan Lebih Dari 30 Militan di Barat Laut
Korban Kecelakaan Kapal Ferry di Selat Malaka Capai 29 Orang
Korban Kecelakaan Tambang Batubara Tiongkok Capai 92 Orang
Iran Latihan Perang untuk Atasi Kemungkinan Serangan atas Fasilitas Nuklirnya