VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

 
Berita dalam 45 Bahasa
Xinhua: Korban Tewas di Urumqi Kebanyakan Suku Han

10/07/2009

Uighur men pray on their own in mosque despite city-wide closure of mosques in Urumqi, western Xinjiang province, 10 Jul 2009
Muslim Uighur melaksanakan shalat Jumat meskipun banyak masjid di Urumqi ditutup, 10 Jul 2009
Kantor berita pemerintah Tiongkok mengatakan korban tewas akibat kerusuhan etnis di propinsi Xinjiang naik dari 156 menjadi 184 orang.

Xinhua hari Jumat melaporkan dari korban yang tewas itu sebanyak 137 orang berasal dari suku Han dan 46 orang dari suku Uighurs. Pejabat pejabat pemerintah mengatakan kekerasan yang dimulai hari Minggu bermula dari serangan suku Uighurs terhadap suku Han.

Hari Jumat, Mesjid-mesjid diperintahkan agar tutup selama waktu shalat Jumat. Tetapi beberapa mesjid buka ketika ratusan jemaah berkumpul di luar, mengabaikan kehadiran pasukan keamanan yang dikerahkan di jalan-jalan.

Polisi membubarkan protes sebentar oleh warga Uighur di depan Masjid Putih hari Jumat. Kerusuhan itu telah membuat ribuan warga Urumqi meninggalkan kota itu menunggu redanya ketegangan di sana.

 


E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
  Berita Utama
Kanselir Jerman: Gorbachev Pencetus Runtuhnya Tembok Berlin

  Berita Lainnya
Obama: Sulit Bagi Iran Putuskan Soal Nuklir
Suu Kyi Ucapkan Terima Kasih kepada Junta Militer Birma
Menlu Clinton Desak Hamid Karzai Perangi Korupsi
Tiongkok Hukum Mati Sembilan Pelaku Kerusuhan di Xinjiang
Pelaku Penembakan di Fort Hood, Texas Sudah Siuman
Iran Tuduh Tiga Warga AS Lakukan Spionase
Gempa Tewaskan Dua Orang, Tanah Longsor Tewaskan Delapan Orang di Indonesia
Angin Ribut Ida Menuju Pantai Teluk Amerika
Pembom Bunuh Diri Tewaskan Tiga Orang di Pakistan Barat Laut
Jerman Rayakan Jatuhnya Tembok Berlin
Hillary Clinton: Mari Kita Robohkan Tembok Terorisme dan Penindasan Abad ke 21
Sidang Tahunan APEC Dibuka di Singapura
Omar al-Bashir Batal ke Istanbul karena Takut Ditangkap Atas Kejahatan Perang
Jenderal AS Prihatin Kasus Penembakan oleh Tentara Muslim di Texas
King Jong Il Larang Iklan Kapitalis di TV Korut