VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

 
Berita dalam 45 Bahasa
Militan Al Shahab Hukum Pancung 7 orang di Somalia

10/07/2009

Al-Shebab fighter guards a crowd in Mogadishu during a court session run by the Islmaist group, 22 Jun 2009
Pengadilan oleh militan Al-Shabab
Militan Islamis garis keras di Somalia telah memenggal kepala tujuh orang yang dituduh melanggar hukum Islam karena beragama Kristen atau menjadi mata-mata untuk pemerintahan sementara.

Militan Al Shahab melaksanakan pembunuhan itu di kota Baidoa, yang pernah menjadi basis pemerintahan transisi tetapi jatuh ke tangan Al Shahab bulan Januari.

Insiden itu dianggap merupakan eksekusi massal terbesar oleh kelompok pemberontak itu sejak tahun 2006. Keluarga korban mengatakan tidak seorangpun yang dihukum itu yang diadili sebelum mereka dibunuh.

Al Shahab dan sekutunya hendak menumbangkan pemerintah Somalia dan menggantinya dengan negara Islamis bergaris keras. Kelompok pemberontak itu memberlakukan hukum Islam yang ketat dan hukuman keras di daerah-daerah Somalia yang dikuasainya.

Pemenggalan kepala relative jarang terjadi tapi jumlahnya telah meningkat.




E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
  Berita Utama
Kanselir Jerman: Gorbachev Pencetus Runtuhnya Tembok Berlin

  Berita Lainnya
Obama: Sulit Bagi Iran Putuskan Soal Nuklir
Suu Kyi Ucapkan Terima Kasih kepada Junta Militer Birma
Menlu Clinton Desak Hamid Karzai Perangi Korupsi
Tiongkok Hukum Mati Sembilan Pelaku Kerusuhan di Xinjiang
Pelaku Penembakan di Fort Hood, Texas Sudah Siuman
Iran Tuduh Tiga Warga AS Lakukan Spionase
Gempa Tewaskan Dua Orang, Tanah Longsor Tewaskan Delapan Orang di Indonesia
Angin Ribut Ida Menuju Pantai Teluk Amerika
Pembom Bunuh Diri Tewaskan Tiga Orang di Pakistan Barat Laut
Jerman Rayakan Jatuhnya Tembok Berlin
Hillary Clinton: Mari Kita Robohkan Tembok Terorisme dan Penindasan Abad ke 21
Sidang Tahunan APEC Dibuka di Singapura
Omar al-Bashir Batal ke Istanbul karena Takut Ditangkap Atas Kejahatan Perang
Jenderal AS Prihatin Kasus Penembakan oleh Tentara Muslim di Texas
King Jong Il Larang Iklan Kapitalis di TV Korut