VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

 
Berita dalam 45 Bahasa
Dua Anggota Kongres AS Desak DPR Kutuk Penumpasan Demo di Xinjiang

11/07/2009

Heavily-armed special police officers face off a crowd of Uighur residents after they staged a protest in Urumqi, capital of Xinjiang Uighur Autonomous Region, China, 07 Jul 2009
Polisi menindak protes di Urumqi, Xinjiang
Dua anggota Kongres Amerika mendesak lembaga tersebut dan pemerintahan Obama mengutuk tindakan Tiongkok menumpas aksi protes Muslim Uighur di propinsi Xinjiang yang bergejolak.

Kedua anggpta kongres William Delahunt dan Dana Rohrabachar hari Jumat mengajukan rancangan resolusi mendesak pemerintah Tiongkok membebaskan peserta aksi protes di ibukota propinsi Xinjiang, Urumqi. Mereka juga mendesak Beijing agar tidak menjatuhkan hukuman mati kepada siapa saja yang terlibat dalam aksi protes damai itu.

Dalam konferensi pers bersama, Delahunt dari fraksi Demokrat mengatakan Muslim Uighur ditindas secara brutal di Tiongkok. Sementara Rohrabacher dari fraksi republik mengatakan pemerintah komunis Tiongkok secara keliru menggambarkan Uighurs sebagai teroris.

Pejabat pejabat Tiongkok menuding kelompok kelompok separatis dan teroris di dalam dan diluar negeri berada dibalik kekerasan tersebut, dan secara khusus menuding Rabiya Kadeer, aktivis Uighur yang tinggal di Washington. Kadeer bersama dua anggota Kongres Amerika itu kepada wartawan mengatakan ia menolak aksi kekerasan dan tidak punya peran apapun dalam mengobarkan kerusuhan di Urumqi.




E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
  Berita Terkait
Xinhua: Korban Tewas di Urumqi Kebanyakan Suku Han
Ketenangan Mulai Terasa di Provinsi Xinjiang
Kepolisian Tiongkok Inginkan Hukuman Berat Bagi Pemimpin Kekerasan di Xinjiang
 
  Berita Utama
Chavez dan Ahmadinejad Kutuk Imperialisme AS

  Berita Lainnya
Korsel dan Korut Jajaki Cara Tingkatkan Kompleks Industri
Ledakan Bom Di Peshawar Lukai 3 Orang
Kawanan Bersenjata Bunuh Dengan Brutal 6 Orang di Irak
Presiden Obama Beri Pengampunan Kepada Kalkun Korban Thanksgiving
38 Juta Warga AS Bepergian Libur Hari Bersyukur Ini
Para Donor Kumpulkan Dana Untuk Korban Siklon Nargis Di Birma
Presiden Amerika Umumkan Kebijakan Afghanistan Hari Selasa
Israel Umumkan Pembekuan Sebagian Pembangunan Pemukiman Di Tepi Barat
Pemimpin Korut Katakan Hubungan Dengan Tiongkok Tidak Terpatahkan
Israel dan Turki Tingkatkan Hubungan
Presiden Iran di Venezuela
Obama: Kemitraan AS-India  Besar dan Meningkat
AS Dukung Pemilihan Presiden di Honduras