VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

 
Berita dalam 45 Bahasa
Pemerintahan Bush Tidak Dorong Penyelidikan Pembunuhan Massal Anggota Taliban

11/07/2009

President Bush in Normandy (2004 photo)

Suratkabar Amerika melaporkan pemerintahan Bush berkali-kali tidak mendorong untuk usaha menyelidiki pembunuhan massal  anggota Taliban yang Presiden Afghanistan Hamid Karzai yang didukung Amerika.  Karzai ditawan oleh milisi penguasa daerah yang didukung Amerika.

Harian New York Times melaporkan FBI, Departemen Luar Negeri, dan Palang Merah mendorong penyelidikan, tetapi Gedung Putih gagal bertindak karena penguasa daerah, Jenderal Abdul Rashid Dostum, digaji oleh CIA pada waktu terjadinya pembunuhan.

Dostum dan lasykarnya dituduh membunuh ratusan, dan kemungkinan ribuan anggota Taliban yang ditawan, yang menyerah setelah penyerbuan  Amerika ke Afghanistan tahun 2001.  Pihak berwajib yakin jenazah ditempatkan dalam kuburan massal yang ditemukan di Dasht-e-Leili tahun 2002.

Laporan tadi mengatakan Gedung Putih dalam pemerintahan Bush juga  khawatir  bahwa penyelidikan akan merongrong mengangkat Dostum  menjadi  anggota tim pertahanannya.



E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
  Berita Utama
Presiden Obama Beri Pengampunan Kepada Kalkun Korban Thanksgiving

  Berita Lainnya
Para Donor Kumpulkan Dana Untuk Korban Siklon Nargis Di Birma
Presiden Amerika Umumkan Kebijakan Afghanistan Hari Selasa
Israel Umumkan Pembekuan Sebagian Pembangunan Pemukiman Di Tepi Barat
Pemimpin Korut Katakan Hubungan Dengan Tiongkok Tidak Terpatahkan
Israel dan Turki Tingkatkan Hubungan
Presiden Iran di Venezuela
Obama: Kemitraan AS-India  Besar dan Meningkat
AS Dukung Pemilihan Presiden di Honduras
Pesawat Antariksa “Atlantis”  Berangkat ke Bumi
Obama Bersiap-Siap untuk Jamuan Makan Malam Kenegaraan yang Pertama
Pelosi Sampaikan Terimakasih kepada India karena Terima Dalai Lama
Pemimpin Iran Berkunjung ke Bolivia
Rusia: Perundingan Nuklir Satu-Satunya Pilihan Korea Utara