VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

 
Berita dalam 45 Bahasa
Pasukan PBB Akan Tiba di  Republik Demokrasi Kongo Tiga Bulan Lagi

11/07/2009

MONUC soldier speaks to Congolese beside UN convoy broken down during patrol near buffer zone at Kibati, 04 Dec 2008

Pimpinan misi penjaga perdamaian PBB di Republik Demokrasi Kongo mengatakan pasukan tambahan  penjaga perdamaian,  baru tiba 3 bulan lagi di timur negara itu.

Alan Doss mengatakan hari Jumat bahwa 3000 pasukan tambahan belum ditugaskan ke Kongo, walaupun sudah disetujui oleh Dewan Keamanan PBB bulan November.  Ia mengatakan Bangladesh, Mesir, Yordania dan Tanzania semuanya sudah setuju menyumbang pasukan, dan mengatakan ada perkiraan yang wajar bahwa pasukan yang pertama akan tiba di Kongo dalam dua hingga tiga bulan mendatang.

Dewan Keamanan menyetujui pasukan tambahan itu pada saat ketika bentrokan antara tentara pemerintah Kongo dan pemberontak Tutsi di bagian timur yang rawan mengancam akan menimbulkan perang yang lebih besar. Walaupun ancaman itu sekarang telah berkurang, kekerasan terus berlangsung di kawasan tersebut.



E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
  Berita Utama
Kanselir Jerman: Gorbachev Pencetus Runtuhnya Tembok Berlin

  Berita Lainnya
Obama: Sulit Bagi Iran Putuskan Soal Nuklir
Suu Kyi Ucapkan Terima Kasih kepada Junta Militer Birma
Menlu Clinton Desak Hamid Karzai Perangi Korupsi
Tiongkok Hukum Mati Sembilan Pelaku Kerusuhan di Xinjiang
Pelaku Penembakan di Fort Hood, Texas Sudah Siuman
Iran Tuduh Tiga Warga AS Lakukan Spionase
Gempa Tewaskan Dua Orang, Tanah Longsor Tewaskan Delapan Orang di Indonesia
Angin Ribut Ida Menuju Pantai Teluk Amerika
Pembom Bunuh Diri Tewaskan Tiga Orang di Pakistan Barat Laut
Jerman Rayakan Jatuhnya Tembok Berlin
Hillary Clinton: Mari Kita Robohkan Tembok Terorisme dan Penindasan Abad ke 21
Sidang Tahunan APEC Dibuka di Singapura
Omar al-Bashir Batal ke Istanbul karena Takut Ditangkap Atas Kejahatan Perang
Jenderal AS Prihatin Kasus Penembakan oleh Tentara Muslim di Texas
King Jong Il Larang Iklan Kapitalis di TV Korut