VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

 
Berita dalam 45 Bahasa
Obama akan Berbicara Dengan Presiden Ghana dan Berpidato di Parlemen

11/07/2009

President Obama (left) and his family arrive in Ghana, 10 Jul 2009
President Obama
Presiden Amerika Barack Obama berada di Ghana dimana ia akan mengadakan pembicaraan dengan presiden Ghana John Atta Mills dan berpidato di hadapan parlemen hari ini.              

Kunjungan bersejarah Obama ke Ghana itu adalah kunjungan pertamanya ke Afrika Sub-Sahara sejak menjadi presiden pertama dari keturunan Afrika.  Ia mengatakan ia memilih Ghana karena demokrasinya yang berfungsi dan presidennya, yang kata Obama, sungguh-sungguh mengenai pengurangan korupsi.  Mendiang ayah presiden  Amerika itu adalah dari Kenya.  Pidato Obama di Accra diperkirakan akan memberi garis besar kebijakan pemerintahannya untuk Afrika.

Hari ini, pemimpin Amerika itu dan isterinya, Michelle, akan berkunjung ke bekas pusat perdagangan budak, dari mana budak dari Afrika dikirim dengan kapal menyeberangi Atlantik menuju benua Amerika selama hampir 300 tahun.



E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
  Berita Utama
Kanselir Jerman: Gorbachev Pencetus Runtuhnya Tembok Berlin

  Berita Lainnya
Obama: Sulit Bagi Iran Putuskan Soal Nuklir
Suu Kyi Ucapkan Terima Kasih kepada Junta Militer Birma
Menlu Clinton Desak Hamid Karzai Perangi Korupsi
Tiongkok Hukum Mati Sembilan Pelaku Kerusuhan di Xinjiang
Pelaku Penembakan di Fort Hood, Texas Sudah Siuman
Iran Tuduh Tiga Warga AS Lakukan Spionase
Gempa Tewaskan Dua Orang, Tanah Longsor Tewaskan Delapan Orang di Indonesia
Angin Ribut Ida Menuju Pantai Teluk Amerika
Pembom Bunuh Diri Tewaskan Tiga Orang di Pakistan Barat Laut
Jerman Rayakan Jatuhnya Tembok Berlin
Hillary Clinton: Mari Kita Robohkan Tembok Terorisme dan Penindasan Abad ke 21
Sidang Tahunan APEC Dibuka di Singapura
Omar al-Bashir Batal ke Istanbul karena Takut Ditangkap Atas Kejahatan Perang
Jenderal AS Prihatin Kasus Penembakan oleh Tentara Muslim di Texas
King Jong Il Larang Iklan Kapitalis di TV Korut