VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

 
Berita dalam 45 Bahasa
Presiden Tersingkir Honduras Berkunjung ke Washington

12/07/2009

Ousted Honduran president Manuel Zelaya speaks during a news conference after a meeting of the OAS in Washington, 01 Jul 2009
Manuel Zelaya
Presiden tersingkir Honduras Manuel Zelaya berkunjung ke Washington hari Sabtu untuk membahas krisis politik di negaranya dengan Ketua Organisasi Negara-Negara Amerika, Jose Miguel Insulza. Zelaya juga bertemu dengan pehabat tertinggi urusan Amerika Latin, Thomas Shannon, setelah terbang ke Amerika dari Republik Dominika. 

Diskusi dilakukan sehari setelah para mediator yang mewakili Zelaya dan presiden sementara Honduras Roberto Miceheltti bertemu di Costa Rica dalam upaya menembus kemacetan politik Honduras. Perundingan berakhir tanpa penyelesaian. Presiden Costa Rica Oscar Arias mengatakan, perundingan akan dibuka lagi dalam waktu dekat, tetapi tidak menyebutkan tanggal pasti. 

Arias yang sepakat menjadi mediator hari Sabtu melakukan pertemuan terpisah dengan Zelaya dan Miceheletti. Namun seusai pertemuan itu, Zelaya dan Micheletti menyatakan hak penuh mereka untuk memimpin Honduras. 

Sementara itu, ketua Majelis Umum PBB, Miguel D'Escoto Brockmann mengemukakan, ia yakin bahwa sebuah solusi akan segera dicapai dalam beberapa hari ini atau dalam sepekan ini. 

Dalam kesepakatan apapun yang akan dicapai, menurut D'Escoto, Zelaya tetap harus diizinkan menyelesaikan masa jabatannya, yang akan berakhir bulan Januari tahun depan.



E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
  Berita Utama
Obama Bersiap-Siap untuk Jamuan Makan Malam Kenegaraan yang Pertama

  Berita Lainnya
Pelosi Sampaikan Terimakasih kepada India karena Terima Dalai Lama
Pemimpin Iran Berkunjung ke Bolivia
Rusia: Perundingan Nuklir Satu-Satunya Pilihan Korea Utara
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Tunda Pemilu Nasional
Obama Puji Hubungan AS-India Dan Akan Berkunjung Ke India Tahun Depan
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Tunda Pemilu Nasional
Polisi Inggris Bersedia Bayar Ganti Rugi untuk Penembakan Seorang Pria Brazil
Filipina Nyatakan Keadaan Darurat Setelah Terjadinya Pembantaian Bermotif Politik
Tiongkok Eksekusi Dua Orang dalam Skandal Susu yang Tercemar
Thailand Berlakukan UU Keamanan Keras Jelang Demonstrasi
Iran Tidak Menentang Pengiriman Uranium ke Luar Iran
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US