VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

 
Berita dalam 45 Bahasa
Jaksa Agung AS Pertimbangkan Penyelidikan atas Praktek Penyiksaan Tahanan

12/07/2009

U.S. Attorney General Eric Holder testifies before the Senate Judiciary Committee, 25 Jun 2009
Eric Holder
Jaksa Agung Amerika Eric Holder sedang mempertimbangkan pengangkatan seorang penuntut khusus guna menyelidiki praktek interogasi selama berlangsungnya pemerintahan George Bush.

Langkah seperti itu akan menempatkan jaksa agung pada sisi berseberangan dengan Presiden Barak Obama. Presiden Obama berulang kali menyatakan keengganannya untuk memulai penyelidikan terhadap tindakan pemerintahan yang lalu, katanya negara harus melihat kedepan dan bukan kemasa lalu.

Penyelidikan yang diusulkan itu akan memusatkan perhatian – apakah personil CIA menyiksa tersangka terorisme setelah 11 September 2001. Holder mengatakan mereka yang bertindak dalam batas panduan pemerintah tidak akan dituntut, tetapi ia tidak menghilangkan kemungkinan menuntut mereka yang melanggar panduan itu dan hukum.

Fihak Republik di Kongres mengungkapkan keprihatinan Minggu mengenai kemungkinan pelaksanaan penyelidikan semacam itu.

Berbicara di televisi Fox Minggu, Sentor John Cornyn dari Texas mengatakan penyelidikan seperti itu akan punya dampak buruk untuk masyarakat intelijen.


 



E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
  Berita Utama
Serangan Udara NATO Tewaskan 7 Aparat Keamanan Afghanistan

  Berita Lainnya
PM Shimon Perez Desak Presiden Abbas Jangan Mundur
100 Orang Lebih Demonstran Masih Ditahan di Iran
Kongres AS Bahas Rancangan UU Reformasi Kesehatan
Obama dan Pemimpin Birma akan Hadiri KTT ASEAN
Motif Penembakan di Pangkalan Militer  AS Masih Diselidiki
Afghanistan Tolak Kecaman PBB terhadap Karzai
PBB Tingkatkan Bantuan untuk Pengungsi Pakistan
AD AS Kirim Puluhan Tenaga Pertolongan Bagi Korban Penembakan di Texas
Oposisi Lebanon Setujui Pemerintahan Persatuan
AS Desak Kedua Pihak Dalam Krisis Politik Honduras Berunding