Republik Kongo Adakan Pemilu, Oposisi Serukan Boikot
12/07/2009
Presiden Denis Sassou-Nguesso
Para
pemilih di Republik Kongo hari Minggu ini memilih seorang presiden di
tengah-tengah seruan oleh partai-partai oposisi agar rakyat memboikot pemilihan
itu.
Presiden Denis Sassou-Nguesso yang berkuasa sejak lama, menghadapi oposisi yang
terpecah, dengan 12 pesaing, dan diduga luas akan menang.
Pihak
oposisi ingin agar pemilu ditunda untuk menangani keprihatinan mereka tentang komisi
pemilu, daftar pemilih, dan dilarangnya beberapa capres. Mereka mengatakan,
kondisinya tidak kondusif bagi berlangsungnya pemilu yang bebas dan adil.
Seorang
calon oposisi Ange Edouard Poungui dilarang mencalonkan diri oleh Mahkamah
Konstitusi karena ia tidak tinggal di Kongo selama dua tahun terakhir berturut-turut.
Poungui mengatakan, putusan itu bermotif politik.
Presiden
Sassou Nguesso berkuasa tahun 1979 melalui kudeta, kalah dalam pemilu tahun
1992 dan kembali berkuasa tahun 1997 melalui perang saudara berdarah. Ia menang
dalam pemilihan kembali tahun 2002 dalam pemungutan suara yang diboikot oleh
sebagian besar oposisi.