VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

 
Berita dalam 45 Bahasa
Republik Kongo Adakan Pemilu, Oposisi Serukan Boikot

12/07/2009

Republic of Congo President Denis Sassou-Nguesso (file photo)
Presiden Denis Sassou-Nguesso
Para pemilih di Republik Kongo hari Minggu ini memilih seorang presiden di tengah-tengah seruan oleh partai-partai oposisi agar rakyat memboikot pemilihan itu.

Presiden Denis Sassou-Nguesso yang berkuasa sejak lama, menghadapi oposisi yang terpecah, dengan 12 pesaing, dan diduga luas akan menang.

Pihak oposisi ingin agar pemilu ditunda untuk menangani keprihatinan mereka tentang komisi pemilu, daftar pemilih, dan dilarangnya beberapa capres. Mereka mengatakan, kondisinya tidak kondusif bagi berlangsungnya pemilu yang bebas dan adil.

Seorang calon oposisi Ange Edouard Poungui dilarang mencalonkan diri oleh Mahkamah Konstitusi karena ia tidak tinggal di Kongo selama dua tahun terakhir berturut-turut. Poungui mengatakan, putusan itu bermotif politik.

Presiden Sassou Nguesso berkuasa tahun 1979 melalui kudeta, kalah dalam pemilu tahun 1992 dan kembali berkuasa tahun 1997 melalui perang saudara berdarah. Ia menang dalam pemilihan kembali tahun 2002 dalam pemungutan suara yang diboikot oleh sebagian besar oposisi.




E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
  Berita Utama
Chavez dan Ahmadinejad Kutuk Imperialisme AS

  Berita Lainnya
Korsel dan Korut Jajaki Cara Tingkatkan Kompleks Industri
Ledakan Bom Di Peshawar Lukai 3 Orang
Kawanan Bersenjata Bunuh Dengan Brutal 6 Orang di Irak
Presiden Obama Beri Pengampunan Kepada Kalkun Korban Thanksgiving
38 Juta Warga AS Bepergian Libur Hari Bersyukur Ini
Para Donor Kumpulkan Dana Untuk Korban Siklon Nargis Di Birma
Presiden Amerika Umumkan Kebijakan Afghanistan Hari Selasa
Israel Umumkan Pembekuan Sebagian Pembangunan Pemukiman Di Tepi Barat
Pemimpin Korut Katakan Hubungan Dengan Tiongkok Tidak Terpatahkan
Israel dan Turki Tingkatkan Hubungan
Presiden Iran di Venezuela
Obama: Kemitraan AS-India  Besar dan Meningkat
AS Dukung Pemilihan Presiden di Honduras