VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

 
Berita dalam 45 Bahasa
PM Israel Desak Presiden Palestina agar Mulai Kembali Perundingan

12/07/2009

Israeli PM Benjamin Netanyahu attends his weekly cabinet meeting in Be’er Sheva, Israel, 12 Jul 2009
PM Benjamin Netanyahu dalam rapat kabinet di Be’er Sheva, Israel, 12 Jul 2009
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak Presiden Palestina Mahmoud Abbas agar bertemu guna segera memulai kembali perundingan perdamaian.

Netanyahu mengatakan pada kabinetnya Minggu, ia siap berunding dengan pemimpin Palestina tentang isu-isu politik dan kerjasama ekonomi. Katanya, Israel memiliki kemampuan untuk menarik para investor mengembangkan ekonomi Palestina.

Pemerintahan Abbas di Tepi Barat telah mengatakan fihaknya tidak akan memulai kembali perundingan perdamaian kecuali kalau Israel menghentikan semua kegiatan pemukiman di wilayah itu.

Para pemimpin Palestina dan Israel belum pernah bertemu sejak Netanyahu mulai memangku jabatan Maret lalu.

Abbas mengatakan Minggu, Israel dan Palestina, kedua-duanya, harus memenuhi kewajiban mereka berdasarkan rencana perdamaian "peta jalan" 2003 yang didukung masyarakat internasional. Rencana itu menyerukan pembekuan kegiatan pemukiman dan mendesak Palestina agar menumpas militan yang berusaha menghancurkan negara Yahudi itu.


 



E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
  Berita Utama
Obama Bersiap-Siap untuk Jamuan Makan Malam Kenegaraan yang Pertama

  Berita Lainnya
Pelosi Sampaikan Terimakasih kepada India karena Terima Dalai Lama
Pemimpin Iran Berkunjung ke Bolivia
Rusia: Perundingan Nuklir Satu-Satunya Pilihan Korea Utara
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Tunda Pemilu Nasional
Obama Puji Hubungan AS-India Dan Akan Berkunjung Ke India Tahun Depan
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Tunda Pemilu Nasional
Polisi Inggris Bersedia Bayar Ganti Rugi untuk Penembakan Seorang Pria Brazil
Filipina Nyatakan Keadaan Darurat Setelah Terjadinya Pembantaian Bermotif Politik
Tiongkok Eksekusi Dua Orang dalam Skandal Susu yang Tercemar
Thailand Berlakukan UU Keamanan Keras Jelang Demonstrasi
Iran Tidak Menentang Pengiriman Uranium ke Luar Iran
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US