VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

 
Berita dalam 45 Bahasa
Lima Warga Iran yang Sempat Ditahan AS di Irak Kembali ke Iran

12/07/2009

An image grab taken from Iran's official Press TV station five Iranians upon their arrival at Tehran, 12 Jul 2009
Lima warga Iran tiba di Tehran, 12 Jul 2009
Lima pejabat Iran yang ditahan militer Amerika di Irak selama lebih dari dua tahun telah dikembalikan ke Iran menyusul pembebasan mereka oleh penguasa Amerika.

Warga Iran itu tiba di bandara Mehrabad Teheran Minggu dan disambut sebagai pahlawan oleh keluarga dan pejabat pemerintah senior.

Penguasa Amerika membebaskan mereka Kamis, katanya langkah ini memenuhi pakta keamanan Amerika Irak yang mewajibkan militer Amerika secara bertahap mengalihkan tahanan mereka kepada fihak Irak. Pemerintah Irak memiliki hubungan dekat dengan Iran dan mengijinkan para tahanan Iran itu pulang.

Menteri Luar Negeri Iran Manuhchehr Mottaki hari Minggu mengatakan, Iran punya hak untuk mengambil tindakan hukum terhadap Washington karena menahan orang-orang ini.

Ia mengecam pemerintahan mantan Presiden Bush karena memberi otorisasi bagi penahanan itu, dan katanya pemerintahan Obama masih meneruskan kebijakan itu.


 



E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
  Berita Utama
Presiden Obama Beri Pengampunan Kepada Kalkun Korban Thanksgiving

  Berita Lainnya
Para Donor Kumpulkan Dana Untuk Korban Siklon Nargis Di Birma
Presiden Amerika Umumkan Kebijakan Afghanistan Hari Selasa
Israel Umumkan Pembekuan Sebagian Pembangunan Pemukiman Di Tepi Barat
Pemimpin Korut Katakan Hubungan Dengan Tiongkok Tidak Terpatahkan
Israel dan Turki Tingkatkan Hubungan
Presiden Iran di Venezuela
Obama: Kemitraan AS-India  Besar dan Meningkat
AS Dukung Pemilihan Presiden di Honduras
Pesawat Antariksa “Atlantis”  Berangkat ke Bumi
Obama Bersiap-Siap untuk Jamuan Makan Malam Kenegaraan yang Pertama
Pelosi Sampaikan Terimakasih kepada India karena Terima Dalai Lama
Pemimpin Iran Berkunjung ke Bolivia
Rusia: Perundingan Nuklir Satu-Satunya Pilihan Korea Utara