Paus Desak Honduras agar Usahakan Demokrasi dan Perdamaian
12/07/2009
Paus Benedictus XVI
Paus Benediktus menyerukan penyelenggaraan dialog
damai di Honduras guna menjamin keberlangsungan kehidupan demokratik disana, tiga
minggu setelah terjadi kudeta terhadap Presiden Manuel Zelaya.
Dalam pemberkahan Minggu di alun-alun Santo Petrus,
Paus mengatakan ia mengikuti peristiwa di negara yang mayoritas penduduknya
Katolik itu dan memendam keprihatinan yang mendalam.
Pemerintahan sementara di Honduras menuduh Zelaya
secara ilegal berusaha mengubah konstitusi guna memperpanjang masa jabatannya. Isu
ini telah memecah negara itu, dan para pendukung kedua belah fihak melakukan
demonstrasi masing-masing. Seorang pengunjuk rasa remaja tewas minggu lalu.
Presiden Zelaya yang digulingkan itu melakukan
perjalanan dari Republik Dominika ke Washington hari Sabtu. Ia membahas krisis
politik itu dengan Ketua Organisasi Negara-Negara Amerika dan pejabat teras
Amerika untuk Amerika Latin.
Jumat, penengah yang mewakili Zelaya dan presiden
sementara Honduras Roberto Micheletti bertemu di Kosta Rika, tetapi pembicaraan
itu berakhir tanpa tercapai penyelesaian.