VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

 
Berita dalam 45 Bahasa
Ribuan Orang di Istanbul Protes Kekerasan di Xinjiang

12/07/2009

Protest in Istanbul, condemning recent killings in China's Xinjiang  Uighur region, 12 Jul 2009
Protes di Istanbul, 12 Jul 2009
Ribuan orang berdemonstrasi di Turki mendukung minoritas etnis Uighur di Tiongkok, seminggu setelah kekerasan etnis menyebabkan 184 orang tewas di Tiongkok Barat.

Saksi mata mengatakan paling sedikit 5000 orang turun ke jalan di Istanbul Minggu dalam sebuah demonstrasi yang di organisir oleh sebuah partai Islam.

Pengunjuk rasa mengecam perlakuan Tiongkok terhadap minoritas Uighur, yang terkait lebih erat dengan tetangga mereka di Asia Tengah lewat agama Muslim dan kelompok bahasa Turki dibandingkan dengan mayoritas etnis Han.

Sebuah demonstrasi serupa juga terjadi di Tokyo pada hari Minggu.

Perjuangan warga Uighur menarik perhatian internasional setelah bentrokan terjadi antara warga Uighur dan warga Han Tionghoa di provinsi Xinjiang pada 5 Juli.

Kantor berita Xinhua melaporkan Minggu bahwa 1680 orang luka-luka dalam kekerasan itu.




Komentar:

1. ribuan orang istambul protes china

sah sah saja memprotes tapi harus diingat bahwa itu urusan dalam negeri china dan selama ini china tak pernah terpengaruh dengan drama protes seperti itu
Dikirim oleh: edward (indonesia)
07-14-2009 - 03:37:30

2. Kekerasan di china

Menurut saya, memang pemerintahan di china sangat tegas, aparat juga sudah berikan peringatan untuk mundur, tapi berhubung demonstran nekat terus yah terpaksa dikeluarkan perintah tembak ditempat. Menurut sayta hgal ini normal-2 saja. Masih ingat kejadian di tianammen? Itu juga hampir sama kan?...
Dikirim oleh: Wombat (Indonesia)
07-13-2009 - 14:25:23

E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
  Berita Utama
Obama Bersiap-Siap untuk Jamuan Makan Malam Kenegaraan yang Pertama

  Berita Lainnya
Presiden Iran di Venezuela
Pelosi Sampaikan Terimakasih kepada India karena Terima Dalai Lama
Pemimpin Iran Berkunjung ke Bolivia
Rusia: Perundingan Nuklir Satu-Satunya Pilihan Korea Utara
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Tunda Pemilu Nasional
Obama Puji Hubungan AS-India Dan Akan Berkunjung Ke India Tahun Depan
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Tunda Pemilu Nasional
Polisi Inggris Bersedia Bayar Ganti Rugi untuk Penembakan Seorang Pria Brazil
Filipina Nyatakan Keadaan Darurat Setelah Terjadinya Pembantaian Bermotif Politik
Tiongkok Eksekusi Dua Orang dalam Skandal Susu yang Tercemar
Thailand Berlakukan UU Keamanan Keras Jelang Demonstrasi
Iran Tidak Menentang Pengiriman Uranium ke Luar Iran
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US