Presiden Amerika Barack
Obama dan Presiden Filipina Gloria Arroyo bertemu di Gedung Putih hari Kamis
untuk mengadakan pembicaraan yang bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral
kedua negara.
Kedua pemimpin membahas
berbagai isu – termasuk anti-terorisme, proliferasi nuklir dan perubahan iklim.
Berbicara di Manila
sebelum berangkat ke Washington hari Rabu, Arroyo mengatakan, Filipina
merupakan penghubung vital antara Washington dan Asia Timur.
Ia mengatakan
Manila telah memberikan suara keras dalam mengatasi isu-isu di Asia, mulai dari
pelanggaran hak azasi manusia di Birma hingga proliferasi nuklir di Korea
Utara.
Arroyo mengatakan Amerika
memberikan bantuan penting untuk kemajuan ekonomi,
diplomatik, dan keamanan nasional negaranya. Menurutnya bantuan Amerika
telah membantu menstabilkan situasi di pulau Mindanao dimana separatis Front
Pembebasan Islam Moro memperjuangkan tanah air sendiri.