VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

 
Berita dalam 45 Bahasa
Kosovo Adakan Pemilu Pertama Sejak Merdeka

15/11/2009

An elderly ethnic Albanian couple vote in a polling station in the capital Pristina, Kosovo, 15 Nov 2009
Warga etnis Albania mengikuti pemilu di Pristina, 15 Nov 2009
Kosovo sedang mengadakan pemilihan umum pertama sejak kelompok mayoritas keturunan Albania mengumumkan kemerdekaan dari Serbia tahun 2008.

Kata komisi pemilihan Kosovo, sampai tengah hari Minggu, baru 30 persen dari kira-kira 1,5 juta pemilih yang berhak telah memberikan suara dalam pemilihan walikota dan anggota DPR lokal di 36 kota, termasuk di ibukota Pristina.

Sebelumnya, Perdana Menteri Hashim Thaci mendesak kelompok minoritas Serbia supaya jangan memboikot pemilihan umum itu seperti diserukan oleh pemerintah Serbia dan oleh Gereja Orthodox Serbia.

Kata para wartawan barat, sejumlah warga Serbia tampak muncul di TPS-TPS di Kosovo Tengah.



E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
  Berita Terkait
Kosovo Gelar Pemilu Pertama Pasca Kemerdekaan
 
  Berita Utama
Tersangka Pelaku Pemboman Hotel di Jakarta tahun 2009 Mulai Diadili

  Berita Lainnya
5 Tahun Penjara Bagi Reformis Mantan Menteri di Iran
Menlu Israel: Pembicaraan Tak Langsung Israel-Palestina Segera
Wapres Nigeria Dipilih Sebagai Penjabat Presiden
Zimbabwe Dituduh Lakukan Pelanggaran HAM
Presiden Rajapaksa Bubarkan Parlemen Srilanka
Obama: Sanksi Baru terhadap Iran Bergerak Cepat
AS Desak Kamboja, Thailand Selesaikan Sengketa Perbatasan
Jenderal Rusia: Rencana Pertahanan Misil AS Targetkan Rusia
Iran Tingkatkan Pengayaan Uranium, Negara Barat Inginkan Sanksi
Perompak Somalia Bebaskan Kapal Kargo dengan 26 Awaknya
Obama Desak Kerjasama Bipartisan dalam Layanan Kesehatan dan Penciptaan Pekerjaan
Pemimpin Korut: Pyongyang Bertekad Wujutkan Korea Bebas Nuklir
Perancis Bela Keputusan Jual Kapal Perang Kepada Rusia
Pesawat Endeavor Diluncurkan Dari Florida Menuju Stasiun Antariksa
Presidan Venezuela Menyatakan “Keadaan Darurat Listrik”