TPS sudah dibuka di Kosovo untuk pertama
kalinya sejak etnis mayoritas Albania
menyatakan kemerdekaan dari Serbia
tahun 2008.
Lebih dari 1,5 juta pemilih berhak
memberikan suara dalam pemilihan lokal walikota dan anggota dewan di 36 kota, termasuk ibukota,
Pristina.
Tujuhpuluh empat partai politik dan
beberapa kelompok warga ikut serta dalam pemilu, termasuk beberapa calon dari Serbia. Tapi
penduduk Kosovo kaum minoritas Serbia
mengancam akan memboikot pemilu.
Penjaga perdamaian NATO, Sabtu kemarin, didatangkan
untuk melucuti sebuah granat tangan yang tidak meledak, yang ditemukan di
sebuah kantor partai oposisi.
Pemerintah Kosovo berencana untuk
mengerahkan 5,000 petugas tersebar di seluruh TPS menyusul beberapa kejadian
selama kampanye pemilu.
Hasil awal diharapkan muncul beberapa jam
setelah TPS ditutup.
Pemilu-pemilu sebelumnya dilangsungkan
oleh PBB, yang mengambil alih Kosovo dari Serbia tahun 1999.