VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

 
Berita dalam 45 Bahasa
PBB Peringati Pakta Hak-Hak Anak

21/11/2009

UNICEF
UNICEF
Berbagai acara diadakan Jumat di markas besar PBB di New York dan seluruh dunia untuk memeringati ulang tahun ke-20 perjanjian bersejarah untuk melindungi hak-hak anak sedunia.

Di New York, Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) mengundang wakil-wakil pemerintah, organisasi masyarakat sipil dan kaum muda dari seluruh dunia, untuk program khusus mengenai dampak Konvensi Hak-Hak Anak, yang disetujui Majelis Umum PBB pada tahun 1989.

Laporan Unicef Kamis, menyatakan perjanjian itu menyebabkan angka kematian tahunan anak-anak di bawah usia lima tahun atau Balita, turun 28 persen. Lebih dari 70 negara telah memanfaatkan perjanjian itu guna menetapkan undang-undang yang melarang pekerja anak dan keterlibatan anak dalam militer.

Meski sudah dicapai kemajuan, Unicef menyatakan hampir 200 juta anak di seluruh dunia kekurangan gizi kronis, sementara ratusan juta lainnya menjadi korban kekerasan.

 




E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
  Berita Utama
Tersangka Pelaku Pemboman Hotel di Jakarta tahun 2009 Mulai Diadili

  Berita Lainnya
5 Tahun Penjara Bagi Reformis Mantan Menteri di Iran
Menlu Israel: Pembicaraan Tak Langsung Israel-Palestina Segera
Wapres Nigeria Dipilih Sebagai Penjabat Presiden
Zimbabwe Dituduh Lakukan Pelanggaran HAM
Presiden Rajapaksa Bubarkan Parlemen Srilanka
Obama: Sanksi Baru terhadap Iran Bergerak Cepat
AS Desak Kamboja, Thailand Selesaikan Sengketa Perbatasan
Jenderal Rusia: Rencana Pertahanan Misil AS Targetkan Rusia
Iran Tingkatkan Pengayaan Uranium, Negara Barat Inginkan Sanksi
Perompak Somalia Bebaskan Kapal Kargo dengan 26 Awaknya
Obama Desak Kerjasama Bipartisan dalam Layanan Kesehatan dan Penciptaan Pekerjaan
Pemimpin Korut: Pyongyang Bertekad Wujutkan Korea Bebas Nuklir
Perancis Bela Keputusan Jual Kapal Perang Kepada Rusia
Pesawat Endeavor Diluncurkan Dari Florida Menuju Stasiun Antariksa
Presidan Venezuela Menyatakan “Keadaan Darurat Listrik”