Para anggota badan pengawas
nuklir PBB, IAEA, diperkirakan akan
memungut suara hari Jumat mengenai rancangan yang mengecam kegiatan nuklir
Iran, sementara negara-negara Barat curiga
negara itu sedang mengembangkan senjata nuklir.
Para diplomat dari Amerika
Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Rusia dan Tiongkok mengajukan rancangan resolusi PBB itu yang
menuntut agar Iran menghentikan pembangunan tempat pengolahan uranium yang
tadinya rahasia dan meminta Iran mengukuhkan bahwa Iran tidak mempunyai
kegiatan nuklir tersembunyi lain.
Dewan komisaris IAEA yang
beranggotakan 35 negara, yang mengadakan rapat hari Kamis di Wina,
diperkirakan akan terus berdebat dan
memungut suara mengenai rancangan tadi
hari Jumat. Kalau disepakati, rancangan
akan menjadi tindakan pertama IAEA terhadap Iran sejak tahun 2006.
Dutabesar Iran untuk IAEA,
Ali Asghar Soltanieh, memperingatkan hari Kamis bahwa Iran akan kurang
bekerjasama dengan IAEA kalau resolusi tersebut disetujui.
Dalam rapat hari kamis,
pimpinan IAEA Mohamad ELBaradei mengecam Iran karena menyembunyikan usahanya
untuk membangun tempat pengolahan uranium dekat kota Qom sampai awal
September. ElBaradei juga mengatakan
penyelidikannya terhadap tuduhan bahwa Iran telah berusaha membuat senjata
nuklir telah mencapai jalan-buntu karena Teheran tidak mau bekerjasama.