Badan Tenaga Nuklir PBB [IAEA] Jumat memutuskan untuk mengenakan sanksi
terhadap Iran karena kegiatan nuklirnya. Iran dicurigai oleh banyak negara di
komunitas internasional bahwa Iran sedang berusaha membuat senjata atom.
Departemen Luar Negeri Iran menolak langkah itu dan menyebutnya sebagai
tindakan yang "tidak bermanfaat " karena hanya untuk menekan Iran.
35 anggauta IAEA menyetujui resolusi
di Wina, yang menetapkan bahwa Iran harus menghentikan pengolahan uraniumnya. Resolusi
itu juga mendesak Iran agar menghentikan pembangunan pusat pengolahan uranium
yang baru-baru ini diumumkan, dan supaya mengukuhkan bahwa Iran tidak memiliki
kegiatan nuklir lainnya yang tersembunyi.
Pemungutan suara Jumat itu siknifikan karena Rusia dan Tiongkok adalah di
antara ke-25 negara yang mendukung resolusi tersebut. Kedua negara itu telah
lama lebih enggan daripada Amerika dan Eropa untuk mengenakan sanksi terhadap
Iran karena mengolah uraniumnya.
ElBaradei menyatakan kecewa bahwa Iran sejauh ini menolak usul pertama dan
usul-usul alternatif, yang keduanya tidak memihak dan adil dan akan sangat
membantu menghilangkan kekhawatiran mengenai program nuklir Iran.
Utusan Iran untuk IAEA, Ali Asghar Soltanieh, mengatakan, resolusi itu
membahayakan suasana kerjasama yang diperlukan untuk mengadakan pembicaraan
yang produktif mengenai program nuklir Iran.