VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

 
Berita dalam 45 Bahasa
Delegasi Rusia Berada di Iran untuk Bahas PLTN yang Tertunda

29/11/2009

The Bushehr nuclear power plant in southern Iran while under construction (file)
PLTN di Bushehr
Sebuah delegasi Rusia sedang berada di Teheran untuk membahas pengoperasian pusat pembangkit listrik nuklir buatan Rusia yang sudah lama tertunda.

Tim Rusia itu tiba hari Minggu, dipimpin oleh Menteri Energi Sergei Shmatko. Kata Shmatko permulaan bulan ini, pembangkit listrik nuklir itu belum akan dijalankan pada akhir tahun ini seperti diumumkan semula.

Peluncuran PLTN di Busher itu, Iran bagian selatan, sudah beberapa kali ditunda, dan para anggota DPR Iran mengecam Rusia atas penundaan itu, karena Rusia ikut dengan sejumlah negara Barat untuk menekan Iran supaya menghentikan kegiatan pengayaan uraniumnya. Tapi kata sebuah laporan, tujuan utama kunjungan delegasi Rusia itu adalah menghadiri konperensi komisi ekonomi Rusia-Iran yang ke-8.

Iran's President Mahmoud Ahmadinejad, center, visits the Natanz Uranium Enrichment Facility, 08 Apr 2008 (photo released by the Iranian President's Office)
Pusat pengayaan uranium Iran di Natanz (foto: Apr 2008)
Sementara itu, pemerintah Iran akan membangun 10 pusat pengayaan uranium baru seperti fasilitas utama yang terdapat di Natanz. Kata pers pemerintah, lima lokasi baru telah disetujui dan Badan Tenaga Atom Iran telah diminta untuk mencari lima tempat lainnya.

Pengumuman pemerintah Iran itu dikeluarkan pada saat sejumlah negara besar dan badan tenaga atom PBB berusaha untuk mengekang kegiatan pengayaan uranium Iran. Kepala Badan Tenaga Atom Iran, Ali Akbar Salehi mengatakan, fasilitas-fasilitas pengayaan uranium yang baru itu akan dibangun didalam gunung, untuk melindunginya dari kemungkinan serangan, dan akan menggunakan sentrifugal-sentrifugal jenis baru yang lebih effisien.

Sejumlah anggota DPR Iran hari Minggu minta pada pemerintah Iran untuk mengurangi kerjasama dengan badan tenaga atom PBB itu. Kata ketua DPR Iran, Ali Larijani, tekanan luar negeri pada Iran adalah "permainan politik yang sudah usang."



E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
  Berita Utama
Presiden Rajapaksa Bubarkan Parlemen Srilanka

  Berita Lainnya
Obama: Sanksi Baru terhadap Iran Bergerak Cepat
AS Desak Kamboja, Thailand Selesaikan Sengketa Perbatasan
Jenderal Rusia: Rencana Pertahanan Misil AS Targetkan Rusia
Iran Tingkatkan Pengayaan Uranium, Negara Barat Inginkan Sanksi
Perompak Somalia Bebaskan Kapal Kargo dengan 26 Awaknya
Obama Desak Kerjasama Bipartisan dalam Layanan Kesehatan dan Penciptaan Pekerjaan
Pemimpin Korut: Pyongyang Bertekad Wujutkan Korea Bebas Nuklir
Perancis Bela Keputusan Jual Kapal Perang Kepada Rusia
Pesawat Endeavor Diluncurkan Dari Florida Menuju Stasiun Antariksa
Presidan Venezuela Menyatakan “Keadaan Darurat Listrik”
Pria Haiti Masih Hidup Setelah Hampir Sebulan di Bawah Reruntuhan
Polisi Srilanka Tangkap Jenderal Sarath Fonseka
Iran Bangun Sistem Pertahanan Udara
Masih Simpang Siur, Alasan Penangkapan Jenderal Fonseka
Dokter Michael Jackson Resmi Dikenai Tuduhan Kriminal