![]()
Obama: Sulit Bagi Iran Putuskan Soal Nuklir
10/11/2009
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
Barack Obama
Presiden
Amerika Barack Obama mengatakan situasi politik di Iran telah menghalangi
negara itu untuk menerima kesepakatan bahan bakar nuklir yang ditawarkan
negara-negara kuat dunia.
Dalam
interview dengan Reuters hari Senin, Obama mengatakan Amerika telah membuat
kemajuan dalam larangan penyebaran nuklir, tapi Iran dan Korea Utara "belum cukup
stabil secara politis" untuk membuat keputusan cepat mengenai isu tersebut.
Hari Senin pagi, Wakil Amerika di Badan Tenaga Atom Internasional IAEA, Glyn Davis mengatakan, negaranya ingin memberi Iran lebih banyak waktu untuk mempertimbangkan kesepakatan penting tentang pengayaan uranium yang akan meredakan kekhawatiran Barat mengenai program nuklir Iran yang kontroversial.
Iran secara resmi belum menanggapi proposal pengayaan uranium dukungan PBB yang dibuat tiga minggu lalu di Wina. Namun seorang anggota parlemen Iran utama (Alaeddin Boroujerdi) hari Sabtu mengatakan Iran akan menolak rencana pengiriman keluar negeri 1200 kilogram uranium yang sudah diperkaya miliknya untuk diperkaya lebih lanjut.
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
Berbicara di Berlin, Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton mengatakan terlalu dini untuk memastikan apa yang akan terjadi jika Iran akhirnya menolak tawaran tersebut.