Seorang diplomat Amerika mengatakan  pemilu Honduras yang dijadwalkan tanggal 29 November adalah kunci penyelesaian krisis setelah kudeta yang menggulingkan Presiden Manuel Zelaya bulan Juni.

Wakil  Asisten Menteri Luar Negeri  Amerika Craig Kelly mengatakan demikian hari Rabu ketika ia berkunjung di Honduras untuk menghubungi kembali pihak-pihak yang bersengketa dalam krisis itu.

Kelly sudah datang ke ibukota Honduras, Tegucigalpa, sebelumnya bulan ini untuk mengusahakan dihidupkannya kembali persetujuan mengenai pengakhiran krisis  akibat penggulingan Zelaya dalam kudeta bulan Juni.

Persetujuan itu mengharuskan penegakan pemerintah persatuan dan Kongres Honduras akan memungut suara mengenai apakah akan memulihkan Zelaya ke jabatan Presiden. 

Hari Selasa, pemimpin Kongres Honduras mengatakan para anggota badan legislatif itu tidak akan memungut suara mengenai apakah akan mengembalikan jabatan kepresidenan Zelaya  sampai tanggal 2 Desember, 3 hari setelah pemilu.